INDIE streaming

Merawat Persatuan Bangsa


Jakarta (d'Monitor) - Sebuah dialog menarik digelar tentang bagaimana menyelesaikan konflik di Maluku saat awal era reformasi pada 1999 lalu. Acara yang berlangsung dua hari (10-11/7) di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,  diprakarsai Sekjen Wantannas RI Letjen TNI Doni Monardo. 

Menkopolhukam Wiranto saat membuka acara mengatakan, mewujudkan cita-cita nasional adalah dengan bersatu dan berdaulat, bukan dengan peperangan atau konflik. Wiranto saat konflik di Maluku berkobar, menjabat sebagai Panglima ABRI. 

Sementara Sekjen Wantannas Letjen TNI Doni Monardo yang juga mantan Pangdam XVI/Pattimura menyebut, tujuan kegiatan Sarasehan Nasional bukanlah untuk membuka luka lama, namun sebagai pelajaran (lesson learned) bagi semua pihak, terlebih lagi bagi bangsa dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, mengembalikan kejayaan rempah-rempah Nusantara, mengoptimalkan hasil perikanan laut (baik perikanan tangkap maupun budidaya), meningkatkan potensi pariwisata dan keindahan alam serta mengundang masuknya investor dalam rangka meningkatkan perekonomian. 

Kegiatan Sarasehan Nasional Merawat Perdamaian digelar dalam bentuk diskusi terbuka dengan beberapa panel atau sesi. Sesi pertama "Indonesia Tanah Air Beta" : Belajar dari Sejarah dan Kearifan Lokal Masyarakat Maluku dan Maluku Utara sebagaibWujud Implementasi Bela Negara diisi pengarahan dari Wapres Jusuf Kalla, penggagas Perjanjian Malino II. 

Wapres mengemukakan, perjalanan menciptakan perdamaian sangatlah berat, namun yang lebih berat adalah merawat perdamaian. Oleh karena itu, diharapkan Pemerintah dan seluruh komponen dapat memajukan perekonomian bersama dengan mengelola kekayaan alam yang ada karena sejatinya potensi dalam lingkungan strategis ditingkat lokal dan nasional merupakan salah satu potensi ancaman yang memicu timbulnya konflik. 

Hal ini sejalan dengan pendapat Guru Besar Universitas Pertananan Prof. Salim Said, Ph.D, yang mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian sosiologi, antropologi dan ilmu politik bahwa, pemicu terjadinya konflik disebabkan putusnya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Sebagai contoh, masih banyak keinginan masyarakat dan permasalahan-permasalahan sosial yang tidak terselesaikan dengan baik/tuntas oleh Pemerintah. 

Pembicara lainnya ada DR. Drs. Reydonnyzar Moenek (Wakil Rektor IPDN) mewakili Mendagri RI, Irjen Pol Drs. Muktiono, S.H., M.H. (Korsahli Kapolri) mewakili Kapolri, dan lain-lain (ab). Foto: Pendam16  


Jaringan - IndonesiaMandiri.web.id
Read More »

Tanggulangi sampah, Pemkot Depok lakukan upaya maksimal

Kepala DLHK Kota Depok, Betty Suryahati (ft. Diskominfo) 
Balaikota, (d'Monitor)- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok cukup serius dalam menanggulangi permasalahan sampah. Keseriusan ini dibuktikan dengan upaya maksimal yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok agar bisa menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Kami punya 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang bisa dioptimalkan. Nantinya UPS ini yang bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair, serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, di Balai Kota, Senin (09/07/18).

Selain itu, lanjutnya, untuk mencegah adanya pembuang sampah liar, pihaknya juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. DLHK juga telah memiliki Tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda.

“Tim Buser dan Tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ucapnya.

Untuk jangka panjang, kata Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar), agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkan dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Provinsi Jabar, saat ini proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedang berlangsung. Kalau tidak ada halangan, insya Allah tahun ini, Pemkot bisa memulai pembuangan sampah ke Nambo,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menangani longsor sampah yang terjadi di Kali Pesanggrahan, Pasir Putih, yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan Kali Pesanggrahan yang mendangkal, akibat longsoran sampah TPA Cipayung. Saat ini kita masih menunggu proses yang sedang berjalan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto.

Sedangkan untuk menunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipayung memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja di lingkungan TPA seminggu sekali, yaitu setiap hari Rabu. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ucap Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung, Kurnia Permitasari.
Read More »

Ikatan Alumni UI Kembali Gelar Lomba Marathon untuk Kedua Kalinya


Jakarta (d'Monitor) - Ikatan Alumni Universitas Indonesia/ILUNI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI siap menggelar kompetisi olahraga lari di dalam lingkungan kampus terbesar di Indonesia, BNI-UI Half Marathon 2018. Mendekati hari H acara, BNI-UI Half Marathon 2018 menggelar berbagai aktivitas yang diselenggarakan bersamaan dengan Race Pack Collection (RPC). Di antaranya ada Talkshow, Race Village berisi stan makanan dan minuman, dan konferesi pers. Aktivitas dalam rangkaian RPC ini dilaksanakan di Atrium F3 fX Sudirman selama dua hari, 11-12 Juli 2018, sejak 10.00 hingga 20.00 WIB. 


Hadir juga Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, Ahmad Salman VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI, Erwin Nurdin selaku Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Universitas Indonesia, dan Ketua Pelaksana BNI-UI Half Marathon 2018, Irfan Ferdiansyah. 


Di kesempatan ini, Arief optimis menjelaskan BNI-UI Half Marathon 2018 adalah wadah yang tepat bagi mereka yang ingin menyalurkan minat dan hobi sambil terlibat dalam misi sosial, sekaligus sebagai ajang silaturahmi keluarga besar Alumni UI dan publik. 


“Selain pelari dapat memaksimalkan kemampuan berlari di kawasan UI yang aman dan rindang, hasil dari acara ini juga akan diberikan untuk UI dalam wujud BNI AM-Makara Investasi,” katanya. 
Ketua Pelaksana, Irfan Ferdiansyah mengatakan jalur lari telah dipersiapkan sebaik mungkin agar pelari mendapatkan personal best mereka. Tahun ini pun akan ada pemecahan rekor BNI- UI Half Marathon 2018 untuk pria dan wanita. 
“Total hadiah pemenang Rp 140 juta,” jelas Irfan. 



“Kegiatan BNI UI Half Marathon tahun kedua ini juga dalam rangka HUT BNI yang ke 72, dimana semua konsep acara dibuat serba 72 seperti pembelian makanan/minuman dengan harga Rp.72,- dengan transaksi melalui BNI Tapcash atau Yap!,” imbuhnya. Dukungan BNI terhadap BNI-UI Half Marathon 2018 juga ditunjukkan oleh salah satu perusahaan anaknya, yaitu BNI Life. BNI Life berkomitmen memberikan perlindungan 
asuransi jiwa kepada seluruh peserta BNI-UI Half Marathon selama even berlangsung dengan pertanggungan maksimal Rp 10 juta (at/ab). 




Foto: Anries 
Read More »

Ditemukan Buaya di Kali Grogol oleh Warga dan Diamankan


Jakarta (d'Monitor) - Masih ingat berita jelang hari Lebaran lalu ada kemunculan sebuah buaya di perairanan pangkalan TNI AL, Pondok Dayung, Jakarta Utara. Lalu ada lagi kemunculan buaya muara yang pertama kali pada hari di sekitar Kali Grogol (27/6). Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, bersama para pihak terkait bertindak ceoat berupaya untuk melakukan penyelamatan buaya muara tersebut. 

Setelah dilakukan pengawasan selama 24 jam oleh Tim Seksi Wilayah 2 BKSDA Jakarta beserta masyarakat, akhirnya seorang warga bernama Raki, berhasil menemukan seekor buaya dengan ukuran panjang sekitar satu meter (30/6). Buaya tersebut kemudian diserahkan kepada BKSDA Jakarta, yang diterima oleh Kepala Balai KSDA Jakarta, Ahmad Munawir, didampingi Walikota Jakarta Utara, Husen Murat. 

"Buaya tersebut diduga adalah buaya muara yang muncul sejak beberapa hari lalu, namun kondisi buaya sudah dalam keadaan mati saat ditemukan warga", tutur Munawir. 

Disampaikan Munawir, buaya tersebut akan di bawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, sementara menunggu hasil investigasi, apakah buaya tersebut merupakan buaya yang sama dengan yang terlihat di sekitar Kali Grogol sebelumnya. 

Lebih lanjut, Munawir menghimbau masyarakat, apabila ada yang melihat keberadaan buaya di wilayah Grogol, 
udah dalam keadaan mati saat ditemukan warga", tutur Munawir. 

Disampaikan Munawir, buaya tersebut akan di bawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, sementara menunggu hasil investigasi, apakah buaya tersebut merupakan buaya yang sama dengan yang terlihat di sekitar Kali Grogol sebelumnya. 

Lebih lanjut, Munawir menghimbau masyarakat, apabila ada yang melihat keberadaan buaya bisa hubungi BKSDA Jakarta di nomor 081289643727 (rm). 

Foto: Istimewa 
Read More »

Kopi Pait vs Buta Karena Diabetes

Bekasi, (d'Monitor) - Ada pengalaman ayah saya ketika  pulang habis Lebaran hari kedua tahun 2017, dari Tangerang ke Bekasi.

Di jalan tiba" ia minta saya membantu melihat jalan. Karena mata kanannya mendadak kabur atau tidak bisa lihat...

Keesokan harinya, saya mengantarkan ayah ke RSUD Kota Bekasi. Dari hasil Lab, ternyata Gula Darah ayah saya sampai 500. Mungkin karena kemarin banyak makan dan minum yang manis".

Lama ayah tidak dapat menyetir mobil sendiri, karena penglihatan mata kanannya sudah kabur parah.

Sampai suatu hari ayah bertemu dengan temannya, yang seorang Peneliti di Jakarta, lalu ia menceritakan awal mulanya, mengapa penglihatan mata kanannya menurun drastis...

Teman ayah menyarankan untuk konsumsi "Kopi Hitam Pait" yang banyak dijual di pasar tradisional.

Alhamdulillah.. Setelah 2 minggu konsumsi "Kopi Pait" mata ayah saya berangsur baik, dan kini ayah saya sudah bisa menyetir mobil kembali, tanpa harus ada yang menemani di sebelahnya...

Cara Terapi Kopi Hitam Pait (tanpa gula):

Minumlah kopi secukupnya saja, tidak berlebihan.

Dan yang lebih penting, kopi dikonsumsi tanpa gula, sebanyak dua kali sehari, secangkir setelah sarapan dan secangkir setelah makan malam jam 19-an.

Kopi Hitam Pait memberikan manfaat bagi tubuh, terutama bagi penderita diabetes, karena mengandung:
60 persen Nutrisi.
20 persen Vitamin
10 persen Kalori
10 persen Mineral.

Manfaat meminum Kopi Pait bagi Kesehatan Tubuh:

- Meningkatkan daya ingat
- Membantu otak tetap aktif
- Mencegah dimensia dini
- Meningkatkan kecerdasan, kafein merupakan simultan psikoaktif yang bereaksi dengan tubuh dan dapat meningkatkan mood, energi dan fungsi kognitif seseorang
- Membantu membersihkan "isi perut", jadi akan sering buang air kecil
- Membuang racun dan bakteri dalam tubuh yang ada di perut keluar bersama urine
- Membantu menurunkan berat badan, karena dapat membakar lemak
- Dapat meningkatkan metabolisme tubuh
- Mengatasi penyakit jantung, mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
- Sebagai antioksidan, secangkir kopi mengandung vitamin B2, B3 dan B5 serta mangan, magnesium dan kalium

*Semoga info ini cocok dan  bermanfaat*

Sumber : Sate Jawa

Foto : Istimewa


Read More »

Ridwan Kamil terpilih sebagai 50 Pemimpin Terbaik Dunia

Bandung, (d'Monitor) - Calon Gubernur Jabar, Ridwan Kamil masuk ke dalam urutan 50 Pemimpin Terbaik Dunia versi Fortune mewakili Bandung dan Indonesia.

Adapun predikat yang didapat oleh Ridwan Kamil adalah sebagai Pemikir, Pembicara, dan Pelaku yang dapat menjawab Tantangan Zaman.

Penilaian tersebut didasari dari hasil Kepemimpinan Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, karena keberhasilannya, saat menjabat sebagai Walikota Bandung  (2013 - 2018).

Meskipun menduduki urutan ke 48, tetapi tetap ini adalah prestasi yang membanggakan, selain lembaga yang menobatkan adalah lembaga yang sangat kredibel di Dunia, juga di dalam urutan daftar orang-orang Terbaik Dunia tersebut, merupakan orang-orang yang benar-benar luar biasa, antara lain; Bill Gates dan Melinda Gates, Moon Jae-in (Presiden Korea Selatan), Tim Cook (CEO Apple), Jacinda Ardern (Perdana Menteri New Zealand) dll. (DE) - Foto :  Istimewa
Read More »