Ketua PBNU Berikan Saran Kepada Pemerintah Mengenai BPJS

Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj
Jakarta (d'Monitor) - Ketua umum pengurus besar Nahdatul Ulama KH. Said Aqil Siroj pemerintah, agar segera mengatasi masalah keuangan yang di alami badan penyelanggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan.

Menurut KH. Said Aqil Siroj,  dirinya menerima banyak informasi melalui PBNU, bahwa  banyak rumah sakit yang mengeluh, karena keterlambatan pembayaran asuransi yg seharus nya mereka terima dari BPJS kesehatan.

Karena BPJS mengalami DEFISIT yang sangat berat, oleh karena itu bisa menggangu stabilitas rumah sakit yg bisa berdampak negatif kalau ini tidak segera di atasi kata KH. Said aqil saat menerima direktur utama BPJS kesehatan fahmi idris di gedung PBNU jakarta kamis (26/9)

Oleh karena itu PBNU memohon kepada pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada nasib BPJS. Jika hal ini di biarkan, maka akan berdampak negatif kepada rumah sakit, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam hal ini PBNU mendorong dan memberikan solusi, agar pemerintah menaiki cukai rokok, dan biaya asuransi BPJS dari golongan 1 dan 2, sedangkan golongan 3 di harapkan tidak naik di karenakan golongan 3 khusus untuk masyarakat bawah.

Sumber : NU CHANEL
Foto : Istimewa
Read More »

51 % Kontribusi Wisatawan Mileneal Kunjungi Indonesia


Ketua CoE Kemenpar Esty Reko Asruty
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pesona alam, budaya Indonesia, memang miliki kekuatan tersendiri bagi wisatawan nusantara/wisnus maupun mancanegara/wisman untuk datang. Tak terkecuali untuk wisatawan mileneal atau sering disebut Generasi Y. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat membuka Coaching Clinic Event bagi staf Kementerian Pariwisata/Kemenpar untuk dongkrak Kalender Even/CoE Berstandar Internasional di Hotel Alila Jakarta (17-18/7), bahwa “trend traveller mileneal memiliki kontribusi 51 persen.”

Potensi ini yang mesti lebih digarap oleh jajaran Kemenpar agar traveller ini kian meningkat kunjungannya ke Tanah Air. Dalam Coaching Clinic dua hari ini, Kemenpar mengundang nara sumber Denny Malik profesional di bidang koreografer yang juga Kurator Bidang Festival dalam TIM CoE; Danny M Noeranto “Ceper” ahli di bidang stage, sounds and lighting, Dewi Gontha (Dirut Java Festival Production) kompeten di bidang musik skala nasional dan internasional, Jamaludin Mahmood (International Commissaire UCI) di bidang sport tourism, dan Intan Ayundavira (Event Director JFC) berkompeten di bidang fashion designer.


Araksi wisata Indonesia banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri
Arief Yahya menjelaskan, sesuai data 40% wisatawan melakukan perjalanan karena tertarik dengan adanya atraksi wisata berbagai even. Bersamaan dengan kemajuan teknologi, trend berwisata kaum millenial sarat dengan konten digital itu 70% mereka melakukan Look(Search), Book dan Pay dengan memanfaatkan sosial media. Oleh karenanya, Indonesia yang memiliki potensi atraksi wisata, baik alam, budaya, sport tourism  yang unik, beragam dan memiliki kearifan lokal, dalam menyelenggarakan event perlu dikemas secara professional.

Ketua CoE sekaligus Tenaga Ahli Menteri Bidang Management Calendar Of Events Kemenpar Esty Reko Astuti menyatakan, ratusan even dari 34 provinsi telah dipilih melalui kurasi ketat berdasarkan kriteria yang ditetapkan, yaitu harus mempunyai 3 C; Creative value, Commercial value, serta CEO Commitment yang content digitalnya layak dipromosikan oleh kaum milenial sehingga destinasi/event menjadi viral dan memiliki communication value sehingga wisatawan ingin berkunjung. Adapun event yang digelar untuk kaum milenial diantaranya Soundrenalin, Djakarta Warehouse Project (DWP), Indonesia Color Run, Jogja Air Show, We The Fest, Hodge Podge, Super Adventure Monster Road, The 90s Festivals, Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo, dan Soundsations.

“Kriteria tersebut dimaksudkan agar masyarakat sekitar dapat turut serta menikmati multiplier effect dari terselenggaranya event serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga keberlanjutannya,” ucap Esty (ma).  Foto: abri/Dok Kemenpar 'Indonesia Mandiri'
Read More »

Film Karya Livi Zheng Dapat Dijadikan Bagian Promosi Wonderful Indonesia

Sines muda asal Blitar Livi Zeng (kanan) saat bertemu Menpar Arief Yahya
Jakarta (d'Monitor) - Film garapan sineas Indonesia Livi Zheng yang mengambil latar di Pulau Dewata berjudul Bali: Beats of Paradise dan sukses di Amerika Serikat/AS sebelumnya, segera tayang di jaringan bioskop di Tanah Air mulai 22 Agustus 2019. “Film Bali: Beats of Paradise ini sukses besar mengangkat budaya Indonesia di AS secara menyeluruh. Apa yang dilakukan Livi dengan idealismenya sangat menginspirasi. Film memang media yang ideal untuk mempromosikan budaya dan alam Indonesia,” puji Menteri Pariwisata/Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya juga sangat mendukung mempromosikan film ini, agar Indonesia semakin dikenal di seluruh dunia, melalui keindahan alamnya, keunikan budayanya, dan keramahan masyarakatnya. “Film ini sangat bagus dan layak digunakan sebagai bagian dari promosi Wonderful Indonesia,” harapnya.


Film karya sutradara asal Blitar, Jawa Timur, yang bermukim di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) ini mendapat sambutan hangat penonton di AS pada akhir tahun lalu, menyusul di Korea Selatan. “Setelah sukses diterima di bioskop-bioskop Amerika dan Korea Selatan, kali ini akan tayang di Indonesia pada 22 Agustus mendatang, semoga film ini bisa menginspirasi masyarakat dan tentunya mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia,” ucap Livi Zheng saat berjumpa dengan Menpar di Jakarta,(17/7).


Film yang berdasarkan pada kisah nyata ini menampilkan keindahan pariwisata Bali dan mengangkat kisah inspiratif pemain dan komposer gamelan Nyoman Wenten, yang mengejar mimpi sebagai seniman Bali di Amerika Serikat lewat musik gamelan Bali. Menurut Livi, tema gamelan dalam film Bali: Beats of Paradise cukup menarik. Pasalnya, musik gamelan yang mulai dikenal sebagai seni tradisional Indonesia, sekarang ini sudah mendunia dengan dijadikan sebagai ilustrasi musik dalam film Avatar, TV seri Star Trek, game Nintendo, hingga NASA pada 1977 dalam program komunikasinya (rm). Foto: Dok. Kemenpar 'Indonesia Mandiri'
Read More »

Fifi Hanafia, SE, MM "Dosen Berkearifan Lokal"

Fifi Hanafia SE MM, di Filipina
Bogor (d'MonitorFifi Hanafia, SE, MM adalah Dosen Tetap STIE Pelita Bangsa dan Dosen Luar Biasa STIE Kalpataru. Baginya, profesi dosen adalah cita-citanya sejak kecil. Profesinya sebagai dosen, telah dijalani sejak tahun 2014. Mata kuliah yang disampaikan adalah, Pengampuh Manajemen Strategi, Hubungan Internasional, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Menurutnya, tugas dosen bukan hanya "mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai budaya yang berkearifan lokal dan nilai-nilai agama. 

Hubungan Dosen dan Mahasiswa terlihat Guyub
"Kepada mahasiswa, saya tanamkan nilai budaya yang Berkearifan Lokal. Antara lain: cinta kepada Tuhan, alam semesta, disiplin, tanggung-jawab, hormat dan santun, berempati, kreatif, keadilan, toleransi dan persatuan", ujarnya

Dikalangan mahasiswa, Fifi Hanafia dikenal sebagai seorang dosen yang  disiplin, dan seringkali hadir pada kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa. Tak heran, hampir seluruh mahasiswa STIE Pelita Bangsa dan STIE Kalpataru mengenalnya.

Walau ia dikenal sebagai dosen yang disiplin, dan biasanya dosen disiplin identik dengan dosen galak... Tidak demikian dengan Fifi Hanafia, dengan pendekatan kearifan lokal, is selalu pandai menempatkan kapan harus tegas, dan kapan harus menjadi seorang teman, bagi mahasiswanya...

Sebagai seorang dosen, dirinya terus meningkatkan keilmuannya. Saat ini, sedang mengambil program Doctor of Business Administration di The Philippine Women's University. Program Doctor ditempuhnya bukan semata untuk dirinya pribadi, namun lebih pada bagaimana ia bisa lebih berbagi pengetahuan kepada mahasiswanya kelak. (AP & SSM)
Read More »

Pengecoran Jalan Komplek Pertanian Atsiri Permai, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede-Bogor

 Kepala Desa Ragajaya, Eko Supriyadi (kaos hitam)
Bojonggede (d'MonitorTangerang) - Komplek Pertanian Atsiri Permai, terdiri dari 2.000 rumah di atas lahan 40 ha. Berada di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede-Bogor. Dibangun oleh Yarumtani bekerjasama dengan Perumnas pada tahun 1996. 

Sampai saat ini, komplek tersebut belum diserahkan oleh pengembang (Yarumtani) ke Pemkab Bogor. Warga, melalui Ketua RT dan RW telah melakukan berbagai upaya, namun belum berhasil. Sebagai akibatnya, pemeliharaan jalan tidak dapat dibiayai dari APBD Pemkab Bogor dan dari Anggaran Desa.

Dengan usianya yang lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memerlukan perbaikan, terutama jalan. Untuk perbaikan jalan secara permanen, dibutuhkan  anggaran yang cukup besar. Hal ini, tentu memberatkan warga. Perbaikan dilakukan warga secara parsial, dan tidak permanen. Akibatnya, jalan yang telah diperbaiki tidak bertahan lama.

Kepala Desa Ragajaya, Eko Supriyadi merasa sangat prihatin melihat kondisi jalan di Komplek ini. Bersama dengan para Ketua RT dan Ketua RW, dirinya mengajak warga secara bersama-sama melakukan pengaspalan jalan hotmix.

Biaya pengaspalan hotmix, 50% bersumber dari iuran warga, dan 50% dari sumbangan pribadi Kepala Desa Ragajaya.

Hari Senin (14/1), Jalan Kacapiring Raya (RT.02) dan Jalan Kecubung I (RT.03) dilakukan pengaspalan hotmix. Pengaspalan ditinjau langsung Kepala Desa Ragajaya (Eko Supriyadi), Ketua RW.012 (Asyir Syafaat, SH), Sugiyanto (Ketua RT.02), Dedy Laksana (Ketua RT.03) dan warga.

Ketua RW 02, Asyir Syafaat, SH menjelaskan, seluruh warga komplek sangat berterima kasih atas bantuan Kepala Desa, Bapak Eko Supriyadi. Alhamdulillah, selama kepemimpinan beliau, 60% persen lebih, jalan di komplek telah diaspal hotmix.(Agus Pranoto)

Read More »

Gudeg Jogja Bu Kamto di Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat

Bagi Anda yang tinggal di wilayah Jabodetabek, dan kangen makan Gudeg Jogja yang ma'nyus. Anda tidak perlu pulang ke Jogja, karena sedang kangen Gudeg dan suasana rumah makan di Jogja, Anda cukup pergi ke wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Jonggol.

Ibu Yana Rebelle
Sambil menyantab Gudeg, kami mendengarkan cerita Ibu Yana Rebelle, mengenai sejarah Gudeg Bu Kamto, hingga keberadaannya hingga saat ini. Ibu Yana yang masih memegang nilai-nilai Kearifan Lokal ini, bercita-cita akan terus melestarikan Makanan Tradisional, selain membantu warga sekitar untuk menemukan makanan murah yang enak tapi tidak murahan.

Ibu Yana Rebelle sendiri sebagau penerus generasi ke tiga dari Gudeg Jogja Bu Kamto, yang kini sebagai pemilik sekaligus pengelola.

Selain Gudegnya yang ma'nyus, di sini Anda juga bisa memesan Bebek Goreng Bumbu Rempah, yang juga memiliki cita rasa yang sangat nikmat, terbukti seringnya Bapak Rahmat Yasin dan Kapolres Bogor memesannya.

Masih banyak lagi kuliner yang ditawarkan di sini, tetapi yang juga jangan sampai ketinggalan adalah Minuman Es Kunyit Adam dan Beras Kencur khas Gudeg Bu Kamto

Pokoknya Anda belum ke Jonggol kalau belum merasakan masakan di Gudeg Bu Kamto.

Alamat :
Citra Indah City Cluster Azalea luar AF 00 No. 23 arah Bougenville Jonggol 16830
Read More »