Rabu, 11 Oktober 2017

Gunung Kuncung, Jejak Brawijaya 5 yang terlupakan

Atas: Gapura Gunung Kuncung.
Bawah: Tasip Kuncen dan Penziarah
Gunung Kuncung (depoKini) - Mojopahit dalam catatan sejarah yang dipelajari adalah sebuah kerajaan besar yang pernah ada di pulau Jawa, yang catatan besar dalam sejarah, yakni Sumpah Palapa nya. Dalam catatan sejarah yang tercatat dan dipelajari, ada dikenal raja Mojopahit pamungkas, yakni Brawijaya 5, banyak versi terkait Brawijaya 5, salah satunya adalah petilasan Gunung Kuncung, yang di kunjungi oleh Depokini. Gunung Kuncung berada di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang,  Jawa Timur. 

Adalah Tasip, Juru Kunci pemuksaan Brawijaya 5, Gunung Kuncung, yang menuturkan bahwa keberadaan tempat pamuksaan Brawijaya 5 yang berada di Gunung Kuncung ini memang luput dan tidak dicatat, bahkan mengarah pada tidak diakui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sebagai bagian dari rekam jejak Kerajaan Mojopahit, khususnya Brawijaya 5. Dirinya menambahkan "sebagian masyarakat Wonosalam memang mengenal keberadaan Gunung Kuncung, sebagai pesarean (red: makam) Mbah Wali Wonosegoro yang bernama asli Sunari,  yang semasa hidupnya menyebarkan ajaran agama Islam, bukan sebagai tempat pamuksaan Eyang Brawijaya 5" katanya.  Lalu imbuhnya, mungkin itu pula sebabnya hingga kini Pemkab. Jombang sepertinya tidak menganggap keberadaan Gunung Kuncung,  baik sebagai makam Mbah Wali Wonosegoro maupun tempat pamuksaan Brawijaya 5. Kata Tasip. 

Sementara di tempat yang sama, adalah Suroto penggiat olah batin yang akrab di sapa mbah To yang membenarkan sebagaian pernyataan Tasip, Kuncen Gunung Kuncung, dirinya menuturkan bahwa Gunung Kuncung adalah tempat pamuksaan Eyang Brawijaya 5 yakni Damarwulan yang muksa bersama dua abdi setianya Sabdo Palon dan Nayo Gengong. Mbah To juga mengatakan bahwa, Eyang Damarwulan yang muksa di Gunung Kuncung dikenal juga sebagai Eyang Lawu oleh sebagian masyarakat Jawa khususnya bagi yang menyakini keberadaannya. 

Lalu kata lelaki yang pernah olah batin selama 2 tahun di Gunung Kuncung, menambahkan "mbah wali wonosegoro adalah Brawijaya 5, sementara terkait nama aslinya Sunari lebih pada tugasnya yang selepas sebagai Raja Mojopahit, memberikan pencerahan atau penyinaran batin kepada masyarakat Wonosalam dan sekitarnya,  jadi nama Sinari itu semacam sanepo (red: kiasan) papar lelaki yang sering dimintai masukan dan juga pertolongan oleh masyarakat Wonosalam dan sekitarnya. (GDP)

Penulis : Pemred depoKini
Read More »

Senin, 18 September 2017

Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang

Semarang (Monitor Jaringan) - Karnaval seni budaya lintas agama dan Pawai Ogoh-Ogoh 2017, diselenggarakan Minggu (2/4/2017) di Semrang. Pawai dimulai dari titik nol kilometer Kota Semarang hingga Balai Kota Semarang.

Dengan diawali prosesi upacara yang diakhiri dengan pertunjukan sendra tari Arjuna Wiwaha diiringi Gong Puspagiri.

"Saat ini pariwisata dianggap sebagai penyumbang pendapatan domestik bruto yang paling mudah dan murah. Pariwisata juga dijadikan instrumen untuk melestarikan alam dan budaya. Pawai ini dijadikan sarana mengembangkan potensi pendukung pariwisata, dijadikan ajang memantik para penggiat seni untuk berkreasi, dan meningkatkan kunjungan wisatawan," ujarnya, Jumat (31/3).

Menurut Achyani Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Semarang, pawai digelar guna memelihara kerukunan antar umat beragama.

Pawai tersebut diikuti, antara lain oleh kelompok pagar ayu, kelompok pinandita dan pemimpin agama, pasukan berkuda dari Polrestabes Semarang, Kelompok pasukan mataram, kelompok warak ngendog dari Dewan Kesenian Semarang, tiga pasukan ogoh-ogoh, dan sejumlah kelompok seni dari berbagai unsur.

Dari meriahnya dan dengan tema yang memiliki esensi Pemersatu Kebinekaan, banyak kalangan yang berharap, Acara seperti ini dapat dijakadikan sebagai pilot project yang berhasil dan sudah dicanangkan oleh Pemkot Semarang. Banyak juga yang berharap, akan segera dilaksanakan di bebagai kota / kabupaten di seluruh Indonesia. (SM)

Foto : Istimewa
Read More »

Sabtu, 16 September 2017

TMMD ke 100 bukan Monopoli TNI semata, Terbukti dengan Keterlibatan Semua Elemen dalam Masyarakat

Purwakarta (WartaMerdeka.id) – TMMD ke 100 di laksanakan dengan tujuan membantu pemerintah desa mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah.
Kegiatan TMMD merupakan wujud sinergisitas antara TNI dan Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Purwakarta,” ujar Dandim 0619 Purwakarta
Dandim berharap seluruh pihak yang terlibat dalam Pra TMMD ke 100 bisa bekerja dengan iklas dan bersungguh sunguh.
Desa yang dulu jalannya hanya bebatuan, tidak rata, dan sulit dilalui kini akan disulap menjadi jalan yang layak digunakan masyarakat.
Jalan yang berada di wilayah Desa Mekar jaya Kecamatan Cibatu – Desa Margaluyu Kecamatan kiara pedes melalui program Tentara Manunggal membangun desa (TMMD).
Bakti TMMD dimana pun dilaksanakan pasti berujung pada perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat pedesaan.
Apa dilakukan TNI lewat TMMD ke 100 yang berlokasi di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Cibatu dan Kiara Pedes, Kabupaten Purwakarta, adalah hal yang sama. (SSM) - WartaMerdeka.id
Read More »

Jumat, 28 Juli 2017

Polresta Depok geledah Salon Kecantikan yang jadi gudang Miras

Depok (MonitorJaringan) - Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tim Buser Satreskrim Polresta Depok menggeledah sebuah Salon Kecantikan yang menjadi Distributor minuman berakohol, di Jalan Raya Sawangan, Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok. Dalam kesempatan tersebut, telah disita ratusan botol miras.

HD (37) pemilik sekaligus distributor miras, dengan kedok salon kecantikan Crismas,  dibawa ke Polresta Depok untuk diperiksa.
“Ini kami sita mirasnya. Penjual miras ilegal dan meresahkan masyarkat. Pemilik usaha ini, bandel dan berani menolak penggerebekan awalnya,” sebut Perwira BKO Buser Reskrim Polresta Depok Ipda Burhan Effendi di TKP, Kamis (27/7/2017).
Pantauan di lapangan oleh awak media, ratusan botol berisi miras yang ada didalam kardus dibawa ke Mapolresta Depok menggunakan mobil, berikut pemiliknya HD pun turut digelandang petugas. (GDP) - depoKini
Read More »