INDIE streaming

Belajar dari Pilgub JaBar, dan Jurus Menghilang dari Bayang-bayang KPK

Bandung, (d'Monitor) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat,  membuat peraturan ketat terkait penggunaan dana kampanye untuk seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018.

Sebagai orang awam, pasti pikirannya paling banyak 1 Milyar, dimana jumlah itu tidak semua orang memiliki. Tapi ternyata tidak...

Adalah batas pengeluaran bagi calon yang menakjubkan, yakni Anggota KPU Jawa Barat, Agus Rustandi mengatakan, bahwa setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersama tim kampanye tidak diperkenankan mengeluarkan uang lebih dari Rp 473,2 miliar selama masa kampanye yang dimulai pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang.

Info yang didapatkan d'Monitor dari depoKini “Sudah disepakati (oleh seluruh tim kampanye) total pembatasan pengeluaran dana kampanye bagi paslon pilkada Jawa Barat sebesar Rp 473 miliar,” kata Agus pada kontributor Depokini saat ditemui di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (5/1/2018).

Dengan demikian jelas, hanya orang yang sangat kaya, atau orang-orang yang bisa menggadaikan idealismenya pada sebuah koalisi yang ceteris paribus tarik ulur kepentingan dan keuntungan. Dengan alasan memiliki visi misi yang sama.

Kalau dalam  banyak koalisi partai-partai tersebut memiliki visi misi yang sama, pertanyaannya kenapa banyak sekali partai yang ada?:)

Rasionalisasi biaya, membuka mata kita-kita kaum muda untuk berfikir dua kali, bahwa kampanye dengan biaya sebesar itu, adalah kampanye yang tidak mendidik dalam pembangunan politik.  Pada akhirnya, saat berkuasa harus ekstra mencari jurus yang dapat tidak terdeteksi oleh KPK. (EW) | Foto : Istw

Sumber : depoKini.web.id