Beda Kuburan dengan Peristirahatan Terakhir

Tempat Peristirahatan Terakhir di Karet Bivak (Foto : Source )
Ada beberapa kata yang dianggap sama dengan Kuburan, antara lain : Makam, Tanah Tersirat, Pusara, Pesara, dan Taman Pahlawan, semua merujuk pada makna Kuburan dan Makam.

Hal ini tidak mengherankan, karena kematian biasanya orang menyangkutpautkan pada aturan Agama. Di Indonesia yang konon katanaya penganut Agama Islam merupakan mayoritas, maka tidak heran jika secara umum orientasi aturannya pun ke negeri asal dari Agama tersebut.

Mari kita amati, dan jika kita cermati Kuburan di Arab, misalnya saat orang yang naik haji meninggal dunia di sana, pasti dikuburkan di sana dengan cara budaya setempat, yakni "Dikubur"

Arti kata "Kubur" sendiri berasal dari bahasa Arab "Kufur" merupakan kata kerja (verba),  yang bermakna; menanam atau memendam sesuatu, biasanya jenazah seseorang atau bangkai hewan di dalam tanah. Jadi kata benda "Kuburan atau Pekuburan" adalah tempat dimana jenazah-jenazah dikubur. (disadur dari Wikipedia)

Coba kita menengok sekejab kuburan di Arab :
Baqi Makam di dekat Masjid Nabawi (Foto : Source)
Arti "Makam" sendiri adalah bangunan kubur yang hebat dan besar, pada umumnya diperuntukan bagi pemimpin, raja atau pahlawan. Kata "Makam" dapat juga digunakan untuk merujuk pada tempat kediaman, atau tempat bersemayam. Jadi melihat kondisi Kuburan di Arab, tidak mungkinlah kalau gambar tersebut disebut sebagai Makam, melainkan hanya sebuah Kuburan.

Melihat gambar di atas, maka orang meninggal di Arab, sungguh tidak memiliki penghargaan sama sekali, yang ada hanya diletakan batu di atas Kuburannya, dimana tidak ada tulisan apapun untuk membedakan seseorang dengan orang lain.

Sementara dalam waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah setempat, kuburan-kuburan tersebut dibongkar, untuk digantikan oleh penghuni baru.

Pertanyaannya? Lalu jasad-jasad tersebut, atau mungkin sudah menjadi tulang-belulang diletakan atau dibuang kemana? Pertanyaan yang bagus...

Terus banyak orang menanyakan pada konsep "Peristirahatan Terakhir" merujuk pada apa?

Peristirahatan Terakhir merujuk pada Agama Lokal Leluhur Nusantara, yang mengasumsikan setelah Manusia Hidup dengan memberi manfaat kepada orang lain, maka sebuah kematian dianggap sebuah tempat Peristirahatan Terakhirnya.

Terus bagaimana dengan budaya kain kafan dan menghadap Barat?
Kain kafan dan menghadap Barat pun adalah budaya Leluhur Nusantara, dimana orang yang meninggal adalah harus dibalut dengan kebersihan yang tercermin dari kain kafan. Lalu menghadap Barat adalah karena Leluhur Nusantara percaya sirkulasi kehidupan datang dari Timur dan Tenggelam di Barat, makanya orang yang dikubur di Indonesia mereka menghadap arah Barat, yang kebetulan sama dengan arah Kiblat, bukan sebaliknya. Hal ini dibuktikan Matahari Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat. (Red)