INDIE streaming

Sat Gultor TNI Simulasi Penanggulangan Ancaman Teror Saat Asian Games


Jakarta (d'Monitor) - Antisipasi adanya gangguan keamanan jelang, saat dan setelah Asian Games di Jakarta dan di Palembang, Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor) melakukan latihan dan langkah pengamanan. 


Hal tersebut dikatakan Komandan Jenderal/Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Eko Margiyono selaku Direktur Latihan di hadapan awak media usai menyaksikan Latihan Simulasi Penanggulangan Teror  di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (1/8). 



Mayjen TNI Eko Margiyono menyampaikan bahwa Latihan Simulasi Penanggulangan Teror melibatkan 520 personel gabungan terdiri dari Sat-81 Kopassus, Denjaka TNI AL, dan Sat Bravo 90 TNI AU. “Simulasi tersebut dilakukan pada tiga titik yaitu Venue Lapangan Basket, Aquatik dan Hotel Sultan. Latihan yang sama juga dilaksanakan di Palembang yang juga menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games,” jelasnya. 



“Sedangkan Alutsista yang digunakan dalam latihan baru sebagian seperti dua Heli Bell dan satu Heli Panther dari Puspenerbal serta masih banyak perlengkapan lain yang tidak didemonstrasikan pada saat latihan tadi,” ungkap Danjen Kopassus. 



Mayjen TNI Eko Margiono menggarisbawahi terdapat beberapa titik-titik pengamanan dalam penyelenggaraan Asian Games. “Titi-titik yang menjadi konsentrasi diantaranya venue-venue yang ada di Gelora Bung Karno, tempat penampungan atlet di Kemayoran dan proses perjalanan atlet dari tempat penginapan menuju venue. Begitu juga halnya dengan Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan,” ucapnya. 



Danjen Kopassus menambahkan bahwa berkaitan dengan pengamanan, TNI sangat intensif bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak Polri. Dalam hal ini Kepolisian Daerah dan Komando Kewilayahan, khususnya provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. “Sedangkan Satuan Gultor akan diturunkan apabila eskalasi ancaman dinilai lebih seperti halnya sudah mengancam jiwa atlet, tentunya atas perintah pimpinan TNI dan negara RI,” tuturnya (rm/ar). Foto: PuspenTNI - Sumber: Jaringan Indonesia Mandiri