Tingkatkan Layanan Publik, PVTPP Kementan Perkuat Sistem Manajemen Anti Penyuapan


PVTPP Kementan terus melakukan inovasi pelayanannya kepada publik
Jakarta (d’Monitor) - Mengemban amanat sebagai garda depan pelayanan publik di Kementerian Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Kementan-PVTPP) berupaya memperbarui dan mewujudkan komitmennya menerapkan tata kelola yang baik dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas institusi dan memberikan tingkat kepercayaan yang semakin baik kepada masyarakat, khususnya pengguna layanan.



Komitmen ini ditunjukkan dengan berhasilnya Pusat PVTPP mendapat sertifikat SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari PT TUV Nord Indonesia. Sertifikat SMAP ini diserahkan langsung oleh Direktur PT TUV Nord Indonesia, Bayu Wicaksana, kepada Kepala Pusat PVTPP, Prof. Erizal Jamal.

Erizal menegaskan, sertifikat tersebut merupakan upaya awal memperbaiki manajemen Pusat PVTPP agar mampu mencegah dan mengendalikan potensi tindakan yang kurang baik. “Untuk itu kami mengharapkan seluruh pihak dapat turut serta menerapkan SMAP dalam melaksanakan tugas sehari-hari," ujarnya di Jakarta (17/1).

Erizal juga menyampaikan apresiasi kepada Batata Sistem Caraka (BSC) Consulting sebagai konsultan pendamping, PT TUV Nord Indonesia sebagai badan sertifikasi, dan seluruh komponen Pusat PVTPP yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini.

Direktur BSC Consulting, Wahyudin Lihawa, mendorong Pusat PVTPP untuk menerapkan SMAP secara konsisten dan berharap kelak dapat menjadi contoh bagi instansi lainnya. Tujuan implementasi SNI ISO 37001:2016 adalah untuk peningkatan kinerja. “Dengan demikian, sistem yang dibangun hendaknya adalah sesuai dan tepat agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan di kantor Pusat PVTPP," harap Wahyudin (ma).