Pelaku Pembalak Kayu Ilegal di Wahai, Maluku Tengah Ditangkap Gakkum KLHK

Barang bukti pembalakan kayu ilegal di tengaj hutan Wahai Maluku Tengah
Maluku Tengah (d’Monitor) - Tim Operasi Balai Gakkum Maluku Papua KLHK, meringkus M (44) dan H (41), dua pembalak kayu ilegal dan menyita 1.915 batang kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) di Hutan Neger Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, 27 Januari 2020. Petugas juga amankan
3 chain saw, 3 sepeda dorong, 2 parang dan 1 kapak. 

“Kita harus bersama-sama menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem penting dari kejahatan seperti ini. Operasi ini penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian” ucap Sustyo Iryono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK.

Petugas memindahkan barang bukti kayu olahan ke halaman Kantor Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, di Masohi. Peralatan-peralatan diamankan di Kantor Balai Taman Nasional Manusela, di Masohi. “Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua telah menetapkan M dan H sebagai tersangka dan menahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masohi. “Proses penyidikan masih berlangsung, terutama mendalami keterlibatan pihak lain,” kata Yosep Nong, Kepala Seksi Wilayah II Ambon, Balai Gakkum Maluku Papua, 6 Februari 2020.

M dan H akan dijerat dengan Pasal 19 Huruf a dan atau b Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

Penangkapan itu berawal dari informasi petugas intelijen Seksi Wilayah II Ambon pada 26 Januari 2020, kemudian Tim Operasi bergerak menangkap. “Memang saat ini sedang marak pembalakan liar di wilayah Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Kami akan terus berupaya mengawasi dan mencegah pembalakan ilegal,” ungkap Yosef Nong (ma).