Perkuat Persaudaraan, Satgas 754 Kostrad Bakar Batu Bersama Masyarakat Kiliarma

TNI dan masyarakat Kiliarma bersama-sama jalani tradisi bakar batu menambah suasana akrab
Mimika/Papua (d'Monitor) – Guna mempererat hubungan persaudaraan, TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 754/ENK/20/3 Kostrad melakukan tradisi bakar batu bersama dengan masyarakat kampung Kiliarma Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua (21/6).
Dansatgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad Letkol Inf Dodi Nur Hidayat menyebut, aksi bakar batu di Kilirma sebagai salah satu sarana membangun silaturahmi yang selama ini selalu dibangun Satgas dalam hal apapun. “Kegiatan ini juga dapat membangun dan meningkatkan persaudaraan serta untuk mendukung pelaksanaan penugasan,” ujarnya.
“Silaturahmi itu sendiri dapat dimanfaatkan untuk mencegah pengaruh negatif dan juga mendengarkan keluh kesah yang dialami oleh masyarakat di kampung Kiliarma,” tambah Dansatgas. Tradisi Bakar bat berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan semangat gotong royong dalam mengolah dan memasak, baik TNI dan masyarakat setempat.
Kris (37 tahun), salah satu masyarakat menyampaikan apresiasinya karena kegiatan ini dapat berjalan lancar dan juga menjadi sarana pererat persaudaraan antar sesama. “Puji Tuhan, semoga kebersamaan kita dengan bapak TNI, dapat selalu terjaga dan juga dapat bekerjasama lebih baik lagi kedepannya,” ungkapnya
Satgas sebelumnya membagi puluhan paket bahan pokok ke masyarakat yang kurang mampu di beberapa kampung Distrik Bonggo Raya, Kabupaten Sarmi, Papua. Paket makanan yang dibagikan ke perumahan, antara lain kampung RoteaSrum, Armopa, Taronta, Mawes Mukti dan Teton. Pendistribusian dilakukan secara serentak di kampung-kampung tersebut.
Share:

Panglima TNI-Kapolri Cek Penerapan Protokol Kesehatan di Semarang

Panglima TNI dan Kapolri Bersama Gubernur Jateng saat cek salah satu mal di Semarang
Semarang (d'Monitor) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis didampingi Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo meninjau langsung penerapan protokol kesehatan di Paragon Mall dan Pasar Karangayu, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (20/6).
Panglima TNI menjelaskan, kedatangannya di Semarang untuk memastikan personel TNI-Polri yang bertugas di lapangan telah melaksanakan standar protokol kesehatan sesuai SOP dikeluarkan oleh Mabes TNI maupun Mabes Polri. 
Menurut Panglima TNI, personel TNI dan Polri telah melaksanakan SOP sesuai dengan ketentuan, diantaranya adalah ketika masyarakat masuk ke pasar tradisional maupun mall, di depan pintu sudah di screening dilihat temperaturnya, apabila di bawah 37,5 maka diperbolehkan masuk. Selanjutnya pengunjung harus mencuci tangan, dan menggunakan masker.
Panglima TNI menjelaskan, walaupun masyarakat yang sudah melewati screening dan di perbolehkan masuk, di dalampun masih diawasi oleh anggota TNI dan Polri supaya tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.
 Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa dalam melaksanakan protokol kesehatan, bukan hanya tugas dari pemerintah dan aparat keamanan saja, namun juga butuh dukungan dari seluruh masyarakat untuk  mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sehingga terhindar dari penularan Covid-19 (bp).
Share:

Sriwijaya Air Group Sediakan Fasilitas Rapid Test Bagi Pelanggan

Pelanggan Sriwijaya Air Grup bisa manfaatkan kelengkapan surat rapid tes dari beberapa tempat yang disediakan
Cengkareng (d'Monitor) – Sambut periode ‘new normal’, berbagai perubahan kebiasaan harus mulai disesuaikan. Sriwijaya Air Group pun menyadari betul perlunya memudahkan para calon penumpang menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru ini, salah satunya adalah dengan menghadirkan fasilitas Rapid Test.


“Sriwijaya Air menyediakan Rapid Test ini agar semakin memudahkan para calon penumpang transportasi udara untuk memenuhi aturan wajib yang berlaku dalam melaksanakan penerbangan. Total kami memiliki lima titik pelaksanaan Rapid Test yaitu Sriwijaya Air Tower di Cengkareng, Sales Office Sriwijaya Air Melawai di Jakarta, Sales Office Sriwijaya Air di Makassar, Sales Office Sriwjaya Air di Pontianak dan atas jalinan kerjasama dengan UPBU Bandara Domine Eduard Osok, fasilitas ini juga tersedia di Sorong,” ucap Jefferson Jauwena, Direktur Utama Sriwijaya Air.
Fasilitas Rapid Test ini sudah dimulai dan terbuka untuk umum sehingga siapapun masyarakat yang membutuhkan Rapid Test bisa langsung datang di lima lokasi pelaksanaannya tersebut. Dan untuk harganya pun sangat terjangkau.
“Saya ajak masyarakat calon penumpang jasa transportasi udara untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar semakin memudahkan rencana perjalanan Anda. Dan secara pribadi, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada UPBU Bandara Domine Eduard Osok dan Walikota Sorong atas Kerjasama serta dukungan yang luar biasa dalam mewujudkan fasilitas ini bagi para calon penumpang di Sorong. Fasilitas Rapid Test ini akan segera kami sediakan pada beberapa Sales Office Sriwijaya Air lainnya,” ungkap Jefferson (dh).
Share:

Kementan Gandeng TNI-Polri Amankan Karantina Pertanian dan Pangan

Gubernur Jawa Barat sependapat dengan Mentan tentang peran strategis sektor pertanian kini dan mendatang
Lembang/Jabar (d'Monitor) – “"Kami hadir di Jawa Barat hari ini melakukan gerakan pengendalian diseluruh pengendalian airport dan pelabuhan yang ada untuk memastikan operasi terpadu antara jajaran pemerintahan yg diwakilakn Kepala Badan Karantina Pertanian bersama TNI-Polri melakukan upaya-upaya pengawasan yang ada di seluruh Indonesia. Saya juga menyampaikan penghargaan dan ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri atas sinergi yang telah terjalin kuat," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membuka gelar Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian di Lembang (16/6).


Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara. Syahrul mengungkapkan, dalam gerakan pengendalian ini pun dilakukan pemusnahan atau penghapusan terhadap temuan-temuan yang berbahaya, yakni di 50 lebih pelabuhan. Badan Karantina Pertanian mencatat, sejak Januari hingga Juni 2020 telah melakukan penahanan, penolakan dan pemusnahan komoditas pertanian yang berbahaya dan ilegal asal luar negeri sebanyak 7.056 kali. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode sama di 2019 yang hanya 3.841 kali.
"Saya kira ini penting agar betul-betul pintu keluar masuk kita bisa berfungsi lebih maksimal didalam menjaga berbagai komoditas yang masuk maupun keluar. Dengan demikian dalam kondisi aman sesuai norma norma penyelenggaraan komoditas yang ada," jelasnya.  Menurutnya, gerakan pengawasan keamanan dan mutu pangan merupakan salah satu akselerasi dalam mempertangguh sektor pertanian guna menjawab pelemahan ekonomi pasca covid 19. Kementan melalui Badan Karantina bertugas mensortir semua lingkup komoditas apa saja yang masuk ke Indonesia dan juga mensortir agar tidak semua komoditas Indonesia yang dikirim keluar untuk diperdagangkan dan layak dikonsumsi.
"Oleh karena itu tugas ini memang kelihatannya sederhana tapi sebenarnya mengandung sebuah inti yang sangat fundamental. Dapat dibayangkan kalau impor sebuah barang bibit yang dikirim masuk ke dalam negeri oleh siapa saja dan mengandung, katakanlah virus berbahaya, tidak saja corona, maka ini akan merusak kita semua. Oleh karena itu Karantina pertanian bersama TNI dan Polri kita bisa menjaga keluar masuknya penyakit," tegasnya.
"Saya ingin menyampaikan bersama Gubernur Jawa Barat berbagai hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian untuk menjawab kepentingan masyarakat, lebih khususnya Jawa Barat. Kita telah sepakat sama-sama mengakselerasinya. Kita sepakat melakukan upaya-upaya agar masyarakat tetap produktif, walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah Covid 19 yang ada," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beri acungan jempol terhadap kinerja sektor pertanian, khusus di masa pandemi. Sebab, hasil penelitian Universitas Pajajaran menyatakan sektor ekonomi yang paling tangguh di seluruh dunia dan juga Indonesia adalah pertanian. Pertanian, peternakan, perikanan pokoknya semua yang terhubungan dengan alam itu ternyata tidak terpengaruh terlalu besar.
"Kemudian dari statistik Jawa Barat pak, orang yang terkena covid rata-rata orang kota, orang makin ke desa ke kabupaten itu covidnya juga makin sedikit. Karena covid ini penyakit kerumunan. Makin padat potensi makin besar, makin tidak berkerumun makin sedikit," cerita Gubernur.
 "Nah itulah kenapa kami juga akan berkampanye pak menteri, pasca covid para lulusan perguruan tinggi tidak usah ke kota-kota lagi. Tinggal aja di desa tapi rejeki kota dan bisnisnya mendunia dan salah satu yang kita siapkan pak menteri adalah digitalisasi pedesaan. Kemudian teknologi pertanian memakai drone dan kami juga punya aplikasi bisa mengetahui antara pasar pertanian dengan tanah koordinat itu bagaimana bisa macing," ajak Gubernur (ma).
Share:

Babinsa Kodim Polmas Kawal Gedor Covid 19 Di Desa Tenggelang

Babinsa senantiasa ditengah masyarakat untuk membantu berbagai masalah yang ada
Polewali Mandar/Sulbar (d'Monitor) – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jajaran Kodim 1402/Polmas turut kawal Program Gedor Covid 19 di wilayah Binaan masing-Masing. Gedor Covid 19 merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar/Polman, intinya adalah Gerakan door to door atau dari rumah ke rumah, memberi edukasi, promosi dan pelayanan kesehatan Covid-19 disingkat Gedor Bersih Covid-19.
Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1402-03/ Campalagian Praka Supriadi, yang bertugas sebagai Babinsa saat kawal Gedor Covid di wilayah binaannya, di Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, beberapa hari lalu.
Praka Supriadi menyebut, kegiatan pengawalan ini dilakukan agar dirinya memiliki data tentang rekam dan kondisi kesehatan seluruh masyarakat binaannya. "Selaku Babinsa, Kami harus membantu pemerintah Desa bersama petugas kesehatan desa terkait gedor covid dan memastikan bahwa desa binaan kami bersih dari penyebaran Covid-19," jelas Supariadi.
Sementara Kepala Desa Tenggelang, Faisal Nur, menyampaikan terima kasih kepada Babinsa yang melakukan pendampingan dan pengawalan disetiap Kegiatannya. "Semoga kegiatan Gerakan door to door, edukasi, promosi dan pelayanan kesehatan Covid-19 di Desa ini membuahkan hasil dan masyarakat Desa Tenggelang bersih dari virus corona," harap Kades Tenggelang.
Menurut Danramil 1402-03/Campalagian Kapten Inf Sumharbas, kegiatan yang dilakukan  anggotanya merupakan bukti nyata sinergitas selaku aparat teritorial dan pemerintah desa dalam membangun desanya. "Sejatinya seorang Babinsa harus selalu berada di tengah-tengah masyarakatnya agar kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin erat," tegasnya (zk/ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca