Warga Kampung Epem Bahagia Diberi Satgas TMMD 107 Pakaian Layak Pakai

Disamping bantu bangun rumah, TMMD 107 di Kampung Epem Papua juga bagi pakaian layak pakai
Merauke (d’Monitor) - Satgas TNI Manunggal Masuk Desa/TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke dipimpin langsung Danki Lettu Inf Antonius Kalambia membagikan baju layak pakai kepada warga Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Papua (31/3). Yang menerima bantuan ini orang dewasa dan anak-anak, sebagai wujud kepedulian TNI (Kodim 1707/Merauke) kepada warga masyarakat Kampung Epem.

Pesan Letkol Inf Eka Ganta Chandra selaku Dansatgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke melalui Danki Lettu Inf Antonius Kalambia menyebut, kegiatan fisik TMMD di Kampung Epem selain membangun 20 unit rumah warga,  juga melakukan berbagai kegiatan non fisik dan kegiatan sosial, seperti membagikan baju layak pakai kepada.

“Pemberian baju layak pakai disela-sela kegiatan personel Satgas TMMD Ke-107 melaksanakan istirahat siang. Dan selain pakaian, kita juga bagikan sepatu olah raga kepada pemuda Kampung Epem secara gratis,” ucap Lettu Inf Antonius. Pembagian baju layak pakai secara gratis bertujuan meringankan beban masyarakat Kampung Epem dalam memenuhi kebutuhan papan. Dengan harapan baju yang masih layak pakai dapat digunakan sehari-hari.

Sementara Ibu Bona (35 th), salah satu warga Kampung Epem yang dapat baju layak pakai merasa bahagia. “Saya senang sekali dengan hadirnya Satgas TMMD Ke-107 di Kampung Epem ini, karena selain membangunkan rumah, juga melakukan kegiatan yang baik seperti membagikan baju layak pakai kepada orang-orang di kampung secara gratis,” pujinya (bp).
Read More »

Siaga Covid-19, Mahasiswa Kedokteran Unair Bikin Alat Pelindung Wajah

Alat pelindung wajah untuk tenaga medis perangi covid-19 kreasi mahasiswa FK Unair
Surabaya (d’Monitor) - Seperti diberitakan dari UNAIR NEWS beberapa hari lalu, Erlangga Lazuardi Ramadhan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (KaBEM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) sempat dihubungi salah satu dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD Dr. Soetomo yang menyatakan, sangat kekurangan Alat Pelindung Diri/APD untuk tenaga medis.

Permintaan tersebut langsung ditanggapi mahasiswa FK UNAIR dengan membuat face shield (alat pelindung wajah) dilakukan di ruang sidang A FK UNAIR selama dua hari pada Senin hingga Selasa (23-24/3).

Menurut Angga, pembuatan APD dalam bentuk alat pelindung wajah memerlukan beberapa bahan yang perlu dipersiapkan. Yakni, mika seukuran wajah, busa atau spon, tali karet, lem, dan benang jahit. Pembuatannya diawali dengan mika diukur, ditandai dengan spidol, dan dibentuk menjadi dua bagian dengan ujung tumpul. Setelah itu, kedua sisi mika dilubangi untuk dimasukkan dengan tali karet.

“Kedua, mika yang telah dilubangi lalu ditempel dengan spon menggunakan lem tembak. Spon di sini akan berfungsi sebagai bantalan dari face shield. Terakhir, mika yang telah ditempel dengan busa dimasukkan tali karet yang kemudian dijahit agar kuat,” jelasnya.

Angga menambahkan, pembuatan APD diperuntukkan bagi tenaga medis di RSUD Dr. Soetomo. Dalam pembuatannya, pihak fakultas dan BEM mengajak relawan dari setiap angkatan. “Ada sekitar 20 mahasiswa ikut serta, dengan waktu pengerjaannya 5-6 jam selama dua hari dengan menghasilkan 200 APD,” jelas Angga. Meski APD dibuat sederhana, serba terbatas, tetapi tetap sesuai standart World Health Organization (WHO).

Ia berharap APD itu dapat membantu meringankan beban tenaga kesehatan di RS yang sekarang situasinya sedang kekuarangan APD. Lalu karena pembuatannya mudah, semoga ilmunya bisa diterapkan juga bagi masyarakat yang ingin membantu membuat juga,” harapnya (ma).

Foto: Dok. Unair.
Read More »

Tangkal Covid-19, KLHK Blusukan Bagi Sabun Ke Sejumlah Pasar

Warga saat menerima sabun dan daerahnya disemprot disinfektan
Jakarta (d’Monitor) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK blusukan ke sejumlah pasar tradisional untuk berpartisipasi aktif dalam upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kegiatan dilakukan Sabtu (28/3), di empat lokasi, yaitu: Jagakarsa, Jakarta Selatan; Pasar Rebo, Jakarta Timur; dan Serpong, Tangerang Selatan (2 lokasi). Hal sama dilanjutkan besok, Minggu (29/3), di pasar-pasar tradisional di wilayah Jakarta. Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Karliansyah menjelaskan, pemilihan keempat lokasi tersebut atas pertimbangan peta sebaran Covid-19.

"Sabun yang dibagikan merupakan sumbangan Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama perusahaan PT. Musim Mas, dan Wings Group yang memang memproduksi sabun dengan bahan baku minyak sawit. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia usaha, khususnya industri sabun," ujar Karliansyah.

Menurut Karliansyah, sabun yang dibagikan di tiap lokasi sejumlah 2.000 pieces (total 8000 pieces), disertai pamflet tata cara cuci tangan yg benar. “Di samping itu, kami juga melakukan penyemprotan desinfektan di pemukiman masyarakat yang dikunjungi dengan menggunakan desinfektan organik," tambahnya.

Sabun merupakan salah satu alat pembunuh virus dan bakteri yang ampuh, sekaligus sebagai salah satu sarana kebersihan diri sejalan dengan prinsip KLHK yaitu membangun cara hidup bersih cuci tangan. Sebagai rangkaian kegiatan ini, tim juga melakukan penyerahan bantuan 1.000 masker ke RS. Thamrin Cileungsi (ma).
Read More »