INDIE streaming

PBB Mengapresiasi Kaum Muda Tani Indonesia


Yogyakarta (d'Monitor) - Reporter Khusus PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hilal Ever mengapresiasi generasi muda pertanian Indonesia dalam menjaga tradisi dan inovasi pertanian dalam hal penyediaan bahan pangan melalui pemanfaatan lahan sempit “Kawasan Rumah Pangan Lestari” (KRPL). “Saya melihat tadi ada tanaman yang dibentuk seperti piramid dan saya akan meniru untuk halaman rumah saya. Karena sangat penting untuk kita tetap menjaga tradisi dan inovasi pertanian di era globalisasi saat ini, “ jelas Hilal saat mengunjungi Dusun Nglambur, Desa Siduharjo, Kec. Samigaih, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (13/4). 


Hilal mengingatkan saat ini sangat penting untuk tetap menjaga, melestarikan serta menyebarkan inovasi pertanian dalam memproduksi bahan pangan di lahan pekarangan seperti yang dilakukan masyarakat di Dusun Nglambur. “Untuk itu sangat penting bagi masyarakat di sini menurunkan ilmu yang sudah dilakukan orang tua kita sejak 50 tahun lalu dalam memproduksi pangan di lahan pekarangan sendiri, “ tutur Hilal. 



Hal lain yang disorot Hilal adalah masih banyak petani muda yang tetap bersemangat untuk mengembangkan pertanian. Saat ini generasi muda diluar tidak mau tinggal di desa dan tidak tertarik terhadap bidang pertanian untuk memproduksi pangan sendiri karena mereka menganggap pertanian kurang menarik. Sangat penting mendorong generasi muda untuk tetap meneruskan semangat pertanian dan ditularkan kepada generasi selanjutnya. 



“Bukan berarti pendidikan tidak penting. Tapi justru mereka harus sekolah, tetapi mereka juga harus tetap memiliki semangat pertanian karena Yogya merupakan pusat pendidikan, “ tegas Hilal. Melihat pola Kawasan Rumah Pangan Lestari yang dikembangkan disini, tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukannya, karena lahan sempit pun bisa dimanfaatkan untuk memproduksi bahan pangan sendiri. 



Hilal menambahkan bahwa saat ini trend terbaru di Negara Amerika dan Eropa, masyarakat mulai tergerak untuk memproduksi pangan mereka sendiri di halaman rumah atau memanfaatkan lahan sempit di balkon apartemennya, dan juga anak-anak sekolah mulai menerapkan program kebun sekolah. “ Di Negara kami baru memulai hal tersebut, maka jangan sampai tradisi itu berhenti disini karna menganggap pertanian tidak keren, “ jelas Hilal. 



Selanjutnya Hilal berharap kepada generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan keluar, mereka harus tetap mau kembali ke tanah air untuk meneruskan tradisi pertanian dan membangun pertanian di Negara asal mereka. “Melihat generasi muda di Yogya masih mau memanfaatkan pertanian, menjadi harapan yang besar untuk masa depan pertanian kita semua, “ puji Hilal (aa).  | Foto: istimewa