INDIE streaming

Kagatrik UI Bakal Bedah Tuntas Alat Penghemat Energi Listrik


Depok (d'Monitor) - Saat ini sedang gencar iklan di media mengenai alat Energy Saver, yang mengklaim mampu hemat pemakaian listrik. Dalam wawancara di televisi, penjualnya bahkan berani bisa tekan penghematqn hingga 20-40 persen. Ini sungguh fantatis. 


Produk tersebut disebutkan telah diuji di lab resmi BPPT dan memperoleh SNI. Lebih menarik lagi, penjualannya menerapkan sistem Multi Level Marketing (MLM). Masyarakat tentu saja tergiur dan tergerak membeli, baik termotivasi oleh manfaat alat itu seperti yang dipromosikan, dan atau karena ingin ikut mendapat keuntungan dari penjualan alat. 



Tetapi betulkah klaim fantastis penghemat energi itu? Karena alat itu sudah beredar di masyarakat, Keluarga Alumni Teknik Tenaga Listrik Departemen Teknik Elektro-FTUI (Kagatrik UI) akan menggelar diskusi mengenai alat tersebut. Diskusi akan berlangsung pada Selasa, 31 Juli 2018, pukul 08.00 - 14.00 WIB di Gedung MRPQ, Fakultas Teknik, Kampus UI Depok. Nara sumber di antaranya: Djiteng Marsudi  (mantan dosen DTE FTUI dan Dirut PT PLN 1996 -19 98; dan Amien Rahardjo (Kepala Laboratorium Pengukuran Listrik DTE FTUI). 



Diskusi itu dari sisi keilmuan, baik teori berupa analisis dengan pendekatan dalil/hukum energi , ketenagalistrikan, maupun praktik/pengujian yang telah dilakukan, guna mendapat kesimpulan mengenai kegunaan alat tersebut yang sebenarnya. 
Pembahasannya, benarkah alat itu dapat mengurangi pemakaian energi listrik, sehingga mampu memangkas iuran  listrik bulanan? Ataukah itu hanya trik pemasaran, seperti halnya kasus MLM lainnya? 



Apa dan bagaimana cara kerjanya, serta kegunaan alat tersebut sebenarnya? Siapa yang diuntungkan dari pemakaian alat itu, masyarakat, PLN, atau hanya penjual semata? Sebaliknya siapa yang dirugikan ? PLN atau masyarakat? Siapa yang bertanggungjawab atas beredarnya alat ini ? 



Dari hasil pemaparan dan diskusi akan ditarik kesimpulan berupa pendefinisian dan kegunaan yang pasti mengenai alat Energy Saver. Juga, rekomendasi sebagai acuan guna tindak lanjut bagi para pemangku kepentingan, yakni antara regulator sektor industri, alat elektronik dan sektor ketenagalistrikan, PLN, masyarakat (industri, komersial, maupun masyarakat) dan pihak lainnya yang terkait. 



Diskusi ini terbuka untuk umum dan gratis. Registrasi sebagai peserta dapat menghubungi Hendro di nomor: 0896-6187-1976 (sa/ab). Foto: Istimewa Sumber:  Jaringan Indonesia Mandiri