INDIE streaming

Presiden Jokowi Tinjau Langsung Korban Gempa Lombok Timur

Lombok (d'Monitor) - Perhatian Presiden Joko Widodo datangi sejumlah pos pengungsoan atas bencana alam gempa bumi berskala 6,4 Skala Richter (SR) di Lombok, Bali dan Sumbawa. Hanya berselang sehari, orang nomor satu di Republik Indonesia ini turun ke lapangan, memastikan proses penanganan bencana berlangsung cepat, aman dan lancar (30/7).

Presiden Jokowi landing di Lapangan Madayin, Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. Jokowi yang disampaikan presiden adalah menyampaikan rasa duka dan belasungkawa bagi korban bencana gempa yang terjadi pada Minggu pagi 05.47 WIB (29/7).

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga langsung bergerak dan mengaktivasi Tim Crisis Center untuk pantau dinamika yang terjadi di salah satu destinasi wisata unggulan nusantara ini. Pengalaman penanganan erupsi Gunung Agung Bali lalu menjadi model untuk diterapkan di Lombok.

“Saya sudah menunjuk Kepala Dinas Provinsi (Kadisprov) NTB dan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk memimpin proses penanganan korban wisatawan yang sedang berlibur dan terjebak di Rinjani. Kami juga menurunkan Foodtruck Poltekpar Lombok untuk menyiapkan makanan dan menjemput mereka di Sembalun,” jelas Menpar Arief yang juga ucapkan rasa duka dan belasungkawa bagi korban yang menimpa wisman dan wisnun saat berwisata di Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Kami juga akan mengantarkan wisatawan itu sampai ke terminal terdekat dari Lombok, seandainya mereka belum bisa terbang dari Lombok International Airport (LIA). Bisa ke Denpasar, Banyuwangi, atau Surabaya, dan gratis. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Negara-negara yang warganya ikut menjadi korban bencana itu,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Yang pasti, Menpar Arief Yahya menegaskan, bahwa ketika terjadi bencana alam seperti ini, maka pihaknya harus memberikan informasi yang jelas, lengkap dan faktual kepada publik. Termasuk di negara tempat mereka berasal. Semua channel media yang menjadi mitra Kemenpar juga akan digunakan untuk menyampaikan pesan itu.

Kadisprov NTB Lalu Faozal juga menggelar rapat dengan Dubes Thailand dan tim untuk membahas teknis mengantar wisman khususnya dari Thailand meninggalkan Lombok. Rencananya, rombongan Dubes Thailand akan berangkat dan didampingi tim Pariwisata ke Sembalun sekitar jam 12.30 siang, 30 Juli 2018 ini. Bandara Lombok sendiri, kondisinya masih normal dan beroperasi seperti biasa.

Kepala Negara sempat berdialog langsung kepada sejumlah warga yang mengalami kerusakan tempat tinggal saat peninjauan. Dari hasil pengamatan itu, mayoritas warga membutuhkan bantuan pembangunan rumah kurang lebih Rp 50 juta untuk tiap kepala keluarga.

"Tadi saya sudah bertanya kalau bangun lagi habisnya berapa, rata-rata Rp 50-an juta. Nanti akan dibantu per rumah kira-kira Rp 50-an juta dan akan segera ditindaklanjuti oleh Kepala BNPB, disupervisi oleh Kementerian PU, dan diawasi oleh Pak Gubernur serta Pak Bupati," kata Presiden Jokowi.

Saat pemulihan bencana berjalan, kata Presiden, warga akan dibantu oleh Kodam setempat. Juga tenaga bantuan dari Mabes TNI, dan akan disupervisi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Saya kira ini kerja sama semua," tutur Presiden Jokowi yang sedikit melegakan warga yang sedang berduka.

Presiden Jokowi memastikan bahwa penanganan terhadap sejumlah pendaki gunung yang saat gempa terjadi sedang berada dalam pendakian Gunung Rinjani telah dilakukan. Sejumlah tim dari berbagai lembaga pemerintahan telah melakukan evakuasi terhadap para pendaki itu (aa/ab).


Foto: Istimewa