Kementan Bergerak Cepat Tangani Penyakit Demam Babi Afrika Di Sumut

Penyakit Deman Babi Afrika ditangani secara terpadu oleh Kementan di Sumatera Utara
Jakarta (d’Monitor) - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyampaikan, Posko Darurat dan Tim Gerak Cepat telah bergerak tangani kasus Demam Babi Afrika atau dikenal African Swine Fever (ASF). Hal ini disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita di Jakarta (24/12).

"Posko darurat telah dibentuk disemua tingkatan mulai dari Pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan tingkat kecamatan. Saat ini jumlah posko di tingkat kecamatan berjumlah 102 posko, hampir sesuai dengan jumlah kecamatan tertular,” ucap Ketut.

Sebelumnya, Kementan mengumumkan adanya penyakit ASF di Sumut melalui SK Menteri Pertanian No. 820/Kpts/PK.32/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumut pada 12 Desember 2019. Hal ini sekaligus menegaskan, penyebab utama kematian babi di Sumut oleh ASF.

Menurut Ketut, pengendalian ASF di Sumut telah dilakukan secara terintegrasi oleh Tim Gabungan antar instansi daerah yang melibatkan unsur Tim Gerak Cepat (TGC) Ditjen PKH, Balai Veteriner Medan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi bersama Dinas PU, Dinas Kesehatan dan juga Kepolisian.

"Salah satu permasalahan yang ditangani bersama TGC dengan kepolisian adalah penanganan bangkai babi yang dibuang ke sungai. Hal ini terjadi pada awal kasus kematian babi di Sumut bulan Oktober 2019", ungkapnya. Melalui kerjasama dengan Polri, telah dilakukan pengawasan agar pembuangan bangkai babi dapat dicegah, dan bersama Tim Gabungan dilakukan pengumpulan serta penguburan bangkai ternak babi (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca