Menko Luhut: Perubahan dan Kemajuan Besar Sedang Terjadi Di Indonesia

Menko Luhut dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Davos, Swis
Davos (d’Monitor) - Ketika menyambut para peserta di Paviliun Indonesia dalam gelaran World Economic Forum (WEF), ddi Davos, Swiss, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan berkata, Perubahan dan kemajuan luar biasa sedang terjadi sekarang di salah satu negara paling beragam dan kaya secara alami di dunia, yaitu Indonesia. “Kami mengundang anda semua untuk terbang dan mengunjungi Indonesia demi benar-benar merasakan, mendengar, dan mengalami keindahan serta keanekaragaman di Indonesia,” ujar Luhut (21/1).



Luhut menerangkan, Indonesia adalah mitra aksi terbaik di dunia, negara yang terbuka, serta menjunjung tinggi persatuan dan kebhinekaan atau Unity in Diversity. “Persatuan, bukan keseragaman, harus menjadi tujuan kita. Salah satu tokoh dunia, Mahatma Gandhi pernah berkata, "kemampuan kita untuk mencapai persatuan dalam keberagaman akan menjadi keindahan dan ujian bagi peradaban kita," tambahnya.


Luhut pun memaparkan kebijakan strategis Indonesia, khususnya untuk lima tahun ke depan. “Di sini, di Davos, para pemimpin bersatu, para pemikir, penggerak terbaik berkumpul, bekerja sama untuk dunia yang lebih baik, peradaban baru yang lebih berkelanjutan. Indonesia juga semakin terbuka,” jelasnya

“Kita perlu bermitra dan bekerja bersama-sama dengan elemen-elemen besar yakni, bisnis, intelektual, dan pemerintah, semua harus saling bermitra dalam aksi, tindakan untuk dunia yang lebih baik.
Aksi untuk ekonomi yang lebih baik, untuk modal manusia yang lebih baik, untuk iklim yang lebih baik, untuk peradaban yang lebih baik, untuk karbon rendah yang lebih baik dan masa depan yang berkelanjutan bagi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita untuk hidup bersama,” ungkap Luhut.

Acara dilanjutkan sesi diskusi antara pengunjung paviliun dengan Menko Luhut dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia. Kepala BKPM mengundang para investor sambil berkata, “kalau betul anda mau investasi pihak BKPM akan menjemput anda di bandara," ujarnya (rm).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca