Sektor Pariwisata Paling Terdampak Besar Akibat Pandemi Covid 19

Dampak wabah covid 19, pariwisata nasional alami penurunan drastis
Jakarta (d’Monitor) - Akibat pandemi covid-19, sektor pariwisata dengan jutaan pekerja di sektor formal dan informal dinilai paling terdampak. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi/Menko Marves Luhut B. Panjaitan saat rapat koordinasi dengan Video Conference dihadiri Menko Perekonomomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menparekraf Wishnutama, Menaker Ida Fauziyah, perwakilan BI dan perwakilan kementerian/lembaga lainnya, di Jakarta (26/3) menilai, pariwisata perlu mendapatkan perhatian khusus, dengan tetap memprioritaskan penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Indonesia.

Menparekraf Wishnutama Kusunandio memandang perlu diberi benefit khusus semisal pengurangan pajak bagi hotel dan restoran yang tidak memutus hubungan kerja dengan para karyawannya. Ia juga menyarankan agar program Kartu Pra-Kerja diprioritaskan untuk para pekerja yang mendapatkan PHK akibat dunia usaha yang terdampak wabah covid-19.

“Terkait dengan Kartu Pra-Kerja kami menyarankan ini diprioritaskan kepada karyawan yang mengalami PHK jadi untuk kartu Pra-Kerja yang training bisa dialihkan ke tahun depan apalagi mengingat kondisi seperti saat ini," harap Wishnutama.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah telah siapkan berbagai skema seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), stimulus fiskal untuk membantu sektor pariwisata, dan juga Program Kartu Pra-Kerja sebagai Social Safety Net bagi masyarakat yang paling terdampak. “Untuk stimulus fiskal tahap kedua beberapa pasal seperti pasal 21 dan 25 Itu di extend ke sektor pariwisata. Kita juga sudah siapkan BLT untuk masyarakat kita paling terdampak, kemudian untuk Kartu Pra-Kerja juga sudah dialihkan untuk benefit bagi yang mengalami pemutusan hubungan kerja," jelasnya.

Sedangkan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Destri Damayanti menyebut kondisi saat ini lebih kompleks dibanding pada 2008, dimana pada saat itu dunia juga diterpa krisis ekonomi global. Namun, BI tetap memprioritaskan di bidang kesehatan masyarakat, jaring pengaman sosial dan juga terus berupaya menstabilkan sektor keuangan (ma).

Foto: abri


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca