Siaga Covid 19, Kebijakan Daerah Harus Konsultasi Dengan Pusat

Pemerintah Daerah wajib konsultasi dengan Pusat saat ambil kebijakan penanganan kasus Covid 19
Jakarta (d’Monitor) - Menindaklanjuti pernyataan Presiden RI di Istana Bogor (15-16/3), tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam penanganan Covid-19, maka selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan beberapa hal:

Semua kebijakan daerah harus konsultasi  terlebih dahulu kepada Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam menetapkan protokol penanganan harus mencakup 4 aspek yaitu: Pencegahan, Respon, Pemulihan dan Tim Pakar. Dan, tetap konsultasi tentang rencana kebijakan yang akan dibuat kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam rangka penanganan Covid-19, pemerintah daerah bisa mengambil langkah kebijakan melalui strategi social distancing dengan berpedoman kepada protokol yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di Institusi Pendidikan, ibadah, berkumpul di tempat publik, pembatasan acara keramaian, proses kegiatan kerja Aparatur Sipil Negara, aktititas front liners (pekerja garis depan) dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk masyarakat. Hal ini tetap memperhatikan situasi dan kondisi wilayah setempat.

Penguatan fasilitas kesehatan, dengan melibatkan Rumah Sakit Pemerintah Daerah, Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta serta penguatan system laboratorium didaerah masing-masing menjadi keharusan.

Dalam Penanganan Covid-19, Pemerintah Daerah harus melakukan kolaborasi pentahelik (Pemerintah, Akademisi/Pakar, Dunia Usaha, Komunitas/Masyarakat dan Media) serta pelibatan sampai tingkat Desa/Kelurahan termasuk perangkatnya (PKK, Karang Taruna dan RT /RW).

Pemerintah Daerah sebelum membuat keputusan, diharapkan untuk membentuk gugus tugas daerah terlebih dahulu dan bersifat segera. Kebijakan dan tindakan penanganan Covid-19 memperhatikan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Pemerintah daerah juga memperhatikan keselamatan masyarakat, kepentingan antar daerah dan kepentingan nasional (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca