Dibalik Pandemi Covid-19, Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo

Panen raya di Kabupaten Siak, Riau,  berlangsung sejak Februari hingga Mei
Siak/Riau (d’Monitor) - Para petani sedang masuki panen raya di sejumlah wilayah Indonesia pada masa pandemi Covid-19 merebak. Sama dengan daerah lain, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, juga turut serta, salah satunya panen raya perdana untuk padi gogo. Bupati Siak, H. Alfedri mengatakan panen raya perdana padi gogo seluas 12 hektar (ha) dimana 8 ha berada di Kelurahan Sungai Mempura dengan produksi 63 ton per ha dan 4 ha lagi di wilayah lainnya dengan produksi 5,6 ton per Ha.

"Tentu dengan berbagai budidaya yang kita lakukan maka tata kelola pertanian akan makin bagus dan sapta usahanya kita lakukan sehingga hasilnya bisa meningkat dari panen kita hari ini," kata Alfedri (8/4). Selain itu, Bupati Siak ini juga menyebut, panen raya padi sudah dimulai dari Februari, salah satunya di daerag Kampung Sungai Tengah yang berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan masyarakat.

Padi yang dipanen disini adalah padi jenis serang dengan masa tanam 122 hari. Padi tersebut ditanam sejak awal Januari, dengan total luas lahan berjumlah 155 ha dari total luas lahan persawahan di Sungai Tengah keseluruhan berjumlah 450 ha. Sementara untuk hasil panen, produksi varietas padi serang ini hingga 4,5 ton per ha.

"Melihat keberhasilan para petani dalam mengembangkan sektor pertanian padi di Sungai Tengah, saya merasa sangat bangga dan mari kifa terus memberikan perhatian terhadap tata kelola, dan pembangunan pertanian khususnya tanaman padi di Sungai Tengah," pujinya. Alfedri menambahkan, panen raya padi juga terjadi di Dusun Banio Kampung Harapan Sungai Apit Kabupaten Siak dengan luas area 81 ha. Ia mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan kosongnya untuk di tanami padi.

"Berdasarkan pada laporan kebutuhan beras yang baru bisa memenuhi 75% dari total kebutuhan masyarakat sehingga Kabupaten Siak masih melakukan import beras dari daerah lain," sambungnya. Di kesempatan lain, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi bertutur, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan panen raya akan berlangsung pada April dengan luas panen 1,73 juta ha. Kementan antisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

"Kita telah mengevaluasi panen dan produksi dan harga saat panen raya ini. Untuk diketahui sudah berlangsung sejak Maret awal, panen raya, dan puncak panen akan terjadi pada April seluas 1,73 juta hektar dengan produksi 5,27 juta ton beras,” paparnya. Panen ini diperkirakan berlanjut pada Mei dengan luas sekitar 1,38 juta ha, atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi daripada Maret (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca