Dua Pelaku Illegal Loging Di Sarolangun Jambi Dibekuk Tim Gakkum KLHK

Para pelaku ilegal loging saat diinterogasi oleh Tim Gakkum KLHK
Jambi (d'Monitor) – Tim Operasi Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Harimau Jambi, Seksi Wilayah II, Balai Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan/Gakkum KLHK Sumatera, bersama Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Limau Unit 7 Sarolangun, amankan dua truk berisi 71 kayu balok kaleng ilegal di Simpang Desa Pelawan, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, pekan lalu.

Kayu ilegal tersebut diduga berasal dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Dua supir truk berinisial M dan B telah diserahkan penyidik untuk diperiksa. “Penyidik SPORC Brigade Harimau akan melanjutkan penyidikan dengan tetap memperhatikan dan mengikuti ketentuan di tengah pandemi Covid-19 ini,” kata Eduward Hutapea, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera (14/4).

Pengungkapan kayu ilegal ini berawal dari informasi masyarakat ke KPHP Limau Unit 7 Sarolangun atas adanya aktivitas pemuatan kayu di pinggir Sungai Keramat, Desa Sebakul, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Laporan masyarakat ini ditindaklanjuti Kepala KPHP Misriadi berkoordinasi dengan Kepala Balai Gakkum KLHK Sumatera.

Para supir yang diamankan tak dapat menunjukkan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH), lalu keduanya ditahan di Mako SPORC Brigade Harimau di Jambi untuk diperiksa lebih lanjut oleh penyidik. Barang bukti dua truk dan muatan kayunya dititipkan di Polres Sarolangun. Kedua orang supir dijerat Pasal 12 Huruf e dan Pasal 16, dengan ketentuan pidana berdasarkan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b dan Pasal 88 Ayat 1 Huruf a, Undang-Undang No 18/2013 tentang Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan. Para tersangka akan ditahan di Rutan Polda Jambi.

Sementara Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengingatkan agar pelaku kejahatan lingkungan dan kehutanan jangan coba-coba  melakukan kejahatan ditengah pandemi covid-19. Rasio menegaskan, tak akan berhenti mengawasi lingkungan dan kawasan hutan serta menindak pelaku kejahatan seperti ini (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca