Ilegal logging Di Suaka Margasatwa Manembo-Nembo Segera Disidangkan

Dua pelaku ilegal loging saat ditanyai tim Gakkum KLHK
Manado/Sulut  (d'Monitor) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK Wilayah Sulawesi Seksi III Manado, menyelesaikan berkas perkara kasus penebangan ilegal di kawasan Suaka Margasatwa Manembo-nembo, Kabupaten Minahasa Selatan dengan tersangka ET (34) dan FT (39).

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara/Sulut menyatakan berkas perkara tersebut telah lengkap dan telah menyerahkan tahap kedua secara resmi melalui telekonferensi 14 April 2020. ET dan FT pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan siap disidangkan.

“Proses tahap kedua telah dilaksanakan secara resmi melalui telekonferensi dari Rutan Kelas III Amurang -lokasi PPNS KLHK dan dua orang tersangka- yang terhubung online dengan lokasi Jaksa- Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado. Selanjutnya PPNS KLHK menyelesaikan dokumen administrasi dari rumah dan diberi tanda tangan pihak jaksa dan PPNS KHLK,” kata Kepala Balai Gakkum KHLK Sulawesi, Dodi Kurniawan,(16/4).

Kasus ini terbongkar dari Patroli Polisi Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan ditindaklanjuti PPNS Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi. Kedua tersangka dikenai Pasal 84 Ayat 1, Pasal 87 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18/2013 tentang Pencegahan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

“Di tengah pandemi Covid-19, SPORC dan PPNS Balai Gakkum Sulawesi tetap mengedepankan ketentuan Kementerian Kesehatan saat bekerja di rumah maupun saat di lapangan. Mereka wajib mengenakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan dan wajib membawa hand sanitizer botol kemasan 30 ml untuk mengantisipasi saat tidak tersedia air mengalir dan sabun,” ungkap Dodi Kurniawan (ar).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca