Kelompok Tani Nelayan Andalan Puji Langkah Kementan Modernisasi Pertanian

Program AWR dan Kostratani manfaatkan teknologi untuk modernisasi pertanin
Jakarta (d'Monitor) – Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mendukung pemanfaatan teknologi dan mekanisasi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendongkrak capaian produksi. Menurutnya, teknologi adalah alat yang pasti, mampu menjadikan pertanian Indonesia lebih maju, mandiri dan modern.

"Saya kira langkah ini sesuai dengan apa yang diarahkan Menteri Pertanian SyahruI Yasin Limpo. Artinya teknologi yang diterapkan sudah sangat seimbang dengan kegiatan budidaya. Ini langkah bagus karena antara teknologi dan kebutuhan pangan sudah berjalan beriringan," ujar Winarno (29/4).

Selain itu, kata Winarno, KTNA juga memuji pembangunan pusat data Agriculture War Room (AWR) yang mampu memetakan kondisi dan potensi lahan pertanian di daerah seluruh Indonesia. Apalagi, Kementan juga membangun kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di tiap-tiap Kecamatan. “AWR dan Kostratani adalah dua perangkat masa depan yang mengubah wajah pertanian Indonesia dimata dunia," pujinya.

Namun, di samping itu, Winarno berharap pemerintah beri perhatian lebih dan perlindungan khusus kepada para petani. Dia ingin mereka dalam kondisi sehat, meski harus berproduksi dalam situasi pandemi. “Saya yakin Kostratani melalui para penyuluhnya mampu mendampingi, sekaligus melindungi para petani dari ancaman pandemi corona. Untuk itu, tetap semangat. Bersama kita jaga pasokan pangan agar tetap terpenuhi. Kemudian mari kita manfaatkan momentum panen raya ini sebagai Jalan menuju swasembada," jelasnya.

Sebagai informasi, stok beras Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 6 juta ton. Angka tersebut dihitung melalui perkiraan produksi serta tambahan roll-over stok pada periode sebelumnya diperkirakan 11 juta ton. Dari penghitingan tersebut, angka konsumsi nasional hanya sekitar 7,9 juta ton.

Dalam beberapa kesempatan Mentan mengaku optimistis dengan ketersediaan beras tahun ini dan yakin pemerintah mampu menstabilkan harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan baik. “Semua ketersediaan 11 bahan pokok aman terkendali. Stok pangan kami, khususnya beras, cukup aman dan cukup terkendali," tegas Mentan.

Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan pokok tahun ini, karena jauh sebelumnya pemerintah sudah menghitung berapa kebutuhan dan pengeluaran pangan Indonesia. “Hitungan neraca perdagangan kita cukup. Sebelas kebutuhan bahan pokok kita seperti daging, beras, cabai jagung dan minyak juga cukup," ungkapnya (dh).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca