Kemenko Marves Bantu Lab Test Covid-19 Ke 7 Universitas Negeri Di Indonesia

Alat test covid19 diberikan dari sinergi Kemenko Marves dan APLSI ke 7 universitas Indonesia
Jakarta (d'Monitor) – Kemenko Maritim dan Investasi/Marves bersama Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) sinergi memberi satu set lab test Covid 19 yang berbasis RT-PCR (Reverse Transciption - Polimerase Chain Reaction), diantaranya kepada fakultas kedokteran/rumah sakit akademik di 7 universitas negeri Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitasis Udayana, dan Universitas Sumatera Utara.

“Kita memberikan bantuan full satu set lab yang terdiri dari mesin ekstraksi RNA automatis, PCR, swab kit, reagen untuk ekstraksi RNA, baik yang manual maupun automatis, dan test kit untuk PCR. Laporan yang saya terima, distribusi alat sudah berjalan sejak minggu lalu dan akan terus berlanjut sampai minggu depan. Kita harapkan mulai minggu ini sudah mulai bekerja, dan minggu depan bisa full capacity 1000 test/hari untuk setiap lab “ ujar Menko Luhut (15/4).

Alat-alat yang didonasikan juga akan membantu penelitian terhadap aneka virus penyakit di Indonesia kedepannya, sehingga jika ada wabah seperti covid 19 kedepannya, sudah siap dengan testing capacity yang baik. Selain alat lab test covid-19, Kemenko Marves juga bantu Gugus Tugas mendistribusikan alat kesehatan/alkes seperti baju pelindung, masker N95, kacamata medis, sarung tangan medis, dan pelindung muka. Jumlah keseluruhannya mencapai lebih dari 1 juta unit.

Luhut mengakui, hingga kini masih ada keterbatasan dalam penanganan pandemi Covid-19, seperti kurangnya reagen untuk ekstraksi RNA, sehingga menghambat kecepatan dalam test covid-19 berbasis PCR. Hal ini terjadi tak hanya di Indonesia, namun juga di banyak negara. “Dalam minggu depan, kita akan mendatangkan reagen ekstraksi RNA secara manual untuk 50ribu test dan tambahan 50ribu test secara gradual untuk reagen ekstraksi RNA secara automatis. Jadi total 100ribu test. Begitu datang akan kita distribusikan langsung kepada lab-lab yang membutuhkan,” papar Luhut.

“Kalau kita lihat data per 15 April, rasio jumlah sembuh dibandingkan total jumlah positif adalah 8.7%. Sementara rasio yang meninggal sedikit lebih tinggi di 9.1%. Angka ini jauh mengalami perbaikan dibanding data per 1 April dimana rasio yang sembuh hanya 6.1% dan meninggal sebesar 9.4%. Ini menunjukkan upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Covid19 mulai menunjukkan hasil.

Pemerintah akan terus melakukan upaya ekstra agar pandemic Covid19 ini bisa segera diatasi. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan stress karena itu justru akan menurunkan imunitas tubuh,” pesan Luhut (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca