Pasar Mitra Tani Kalteng Dan Riau Bantu Kebutuhan Pangan Saat Ramadhan dan Pandemi

Kehadiran pasar mitra tani banyak ditunggu masyarakat karena harga terjangkau dan kualitas terjamin
Jakarta (d'Monitor) – Disaat pandemi Covid-19 bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, kebutuhan pangan terus meningkat. Untuk menjaga agar masyarakat dapat mengakses pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP-Kementan) gerakkan Pasar Mitra Tani di 34 provinsi, tak
terkecuali Kalimantan Tengah/Kalteng dan Riau dengan Gelar Pasar Murah (GPM), di-launching Kepala BKP, Agung Hendriadi di Pasar Mitra Tani Jakarta beberapa waktu lalu.

Di Provinsi Riau, GPM digelar di Pasar Mitra Tani/TTIC dengan tetap menjaga aturan jaga jarak. Plt. Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Herman mengatakan masyarakat gembira dengan adanya GPM. “Antusias masyarakat cukup tinggi, dalam waktu 2 hari beras dari gapoktan terjual 685 karung dari stok 800 karung, sekitar 4 ton,” ujar Herman. Ditambahkan Herman, agar masyarakat mudah mendapat bahan pangan, Pasar Mitra Tani beri layanan pesan antar melalui nomor whatsapp, disamping akan segera bekerja sama dengan jasa pengantaran online seperti Gojek.

Begitu pula GPM di Kalteng yang gencar diberitahu melalui media seperti brosur, spanduk, dan media elektronik. Menurut Kepala Dinas Pangan, Lilis Suriani, “kami sudah bicara dengan perwakilan Gojek, namun sampai saat ini fitur layanan masih menunggu untuk diaktifkan dari kantor pusat Gojek.”

Meski demikian, lanjut Lilis, di masa pandemi Covid-19 ini Pasar Mitra Tani Kalteng sudah melayani pemesanan online melalui nomor telepon/whatsapp. Pasar Mitra Tani diharapkan mampu memutus mata rantai distribusi, karena bahan pangan dipasok langsung dari petani melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Hingga saat ini, total beras yang dipasok ke Pasar Mitra Tani Kalteng dari 4 gapoktan PUPM mencapai 50 ton.

Sementara Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menghimbau, agar Pasar Mitra Tani bisa dibentuk di semua kabupaten kota, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar benar-benar menjadi andalan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan (ar).

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca