Program Penangkar Benih Padi Jadikan Petani Gorontalo Belajar Mandiri

Kementerian Pertanian dukung petani Gorontalo bikin penangkar benih padi
Gorontalo (d'Monitor) – Penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalo masih tetap eksis jalani penangkaran benih padi di tengah wabah covid-19. Kabupaten Gorontalo adalah wilayah dengan areal padi sawah terbesar di Provinsi Gorontalo. Untuk memenuhi kebutuhan benih padinya, para penangkar benih tetap eksis ikuti penangkaran benih padi sawah.

"Luas areal penangkaran benih padi sawah untuk musim tanam Oktober 2019 hingga Maret 2020 adalah 90,35 hektar, sedangkan produksi benih padi sawah yang terlabel pada musim tanam ini sampai saat ini sebanyak 55,56 ton," kata Kepala Balai Perbenihan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian Provinsi Gorontalo, Nurbayana Abdul Gani (25/4).

Nurbayana mengakui, kegiatan ini berkat dukungan Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan program perbenihannya, Kementan membantu pengadaan benih padi inbrida seluas 20 ribu hektar dengan jumlah benih yang dibutuhkan 500 ton, padi kaya gizi seluas 400 hektar dengan jumlah benih yang dibutuhkan 10 ton. “Total kebutuhan benih padi Inbrida untuk Provinsi Gorontalo pada 2020 sebanyak 760 ton," ujarnya.

“Banyaknya kebutuhan ini semakin menambah semangat penangkar benih padi di Kabupaten untuk memproduksi benih padi yang bermutu dan bersertifikat supaya bisa memenuhi sendiri kebutuhannya,” sambung Nurbayana.

Sementara Pengawas Benih Tanaman (PBT), Lindawaty Isima, yang berperan sebagai ujung tombak mengawal dan mengawasi kegiatan penangkaran benih saat kunjungan lapangan melaksanakan supervisi, menyarankan kepada seluruh Pengawas Benih Tanaman agar tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya meski dalam kondisi wabah covid-19. Ditekankan yang penting selalu memakai masker, social Distancing dan cuci tangan.

"Ia juga menghimbau para penangkar benih dan masyarakat melaksanakan anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing, menggunakan masker bila keluar rumah dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Takdir Mulyadi menjelaskan program penangkaran benih sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk berdayakan dan memandirikan petani agar berdaya saing. Diharapkan kegiatan ini, bisa kontinu agar petani penangkar yang telah mulai muncul ini tetap dapat dibina.

Takdir menegaskan dengan program ini, Kementan menargetkan adanya peningkatan kapasitas petani agar pintar membuat benih jagung hibrida secara mandiri. Kemudian, kedepannya agar penangkar benih di Gorontalo bisa bikin benih sendiri dan dapat memenuhi kebutuhan insitu, mempunyai nilai tambah, menghemat biaya produksi berupa benih, membentuk kelembagaan korporasi tani dalam usaha taninya (dh).

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca