Perangi Covid-19, Bakamla Terus Siaga Keamanan Di Laut

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia koordinasi dengan jajarannya antisipasi
keamanan di laut
Jakarta (d'Monitor) – Masalah pandemi Covid-19 yang saat ini berlangsung di darat, dapat pula terjadi di wilayah laut. Sehingga, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas situasi keamanan laut Indonesia dengan para pimpinan instansi kemaritiman melalui video conference (vidcon) di Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat (29/5).

Kepala Bakamla RI menyebut, rakor untuk antisipasi situasi keamanan laut/kamla di Indonesia dan upaya penanggulangannya dalam situasi pandemi Covid-19. “Selama pandemi Covid-19 terbukti telah ditemukan pelanggaran yang terjadi di laut Indonesia seperti masuknya sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri yang mencoba memasuki wilayah melalui jalur ilegal dengan tanpa memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurut Kepala Bakamla, ancaman laut lainnya yang masih marak adalah  pelanggaran wilayah, IUU Fishing, pencemaran di laut, penyelundupan narkoba, tumpahan minyak dan kecelakaan di laut, pengungsi Rohingya, Transnational Organized Crime (TOC), dan terorisme.

“Menghadapi berbagai ancaman di laut tersebut, terlebih di saat pandemi Covid-19, sangat perlu bagi aparat Kamla di laut memahami penanganannya. Untuk itu, Bakamla telah membuat buku Panduan Menghadapi Pandemi Covid-19 di Laut. Bagi yang menginginkan buku tersebut silahkan datang ke kantor Bakamla RI untuk mendapatkan soft copynya,” jelas Laksdya TNI Aan Kurnia.

Pada bagian lain, Kepala Bakamla RI juga mengatakan, sebagai single agency multi task Bakamla RI tidaklah dapat bekerja sendiri dalam menjamin keamanan dan keselamatan di laut. “Bakamla RI sangat perlu sinergitas dengan instansi penegak hukum lainnya di laut,” ungkapnya (ma)
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca