Sidang Tambang Ilegal Gunung Menumbing Digelar Online

Proses persidangan tambang ilegal di Gunung Menumbing dijalani lewat video conference
Jakarta (d'Monitor) – Pangkalpinang/Babel Kasus Tambang Ilegal Gunung Menumbing, Bangka, yang diungkap Balai Penegakkan Haukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Gakkum KLHK Wilayah Sumatera bekerja sama dengan Kepolisian RI dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel), masuk pada tahap persidangan (11/5).

Namun karena situasi pandemi Covid-19, untuk jaga jarak, sidang kasus perkara pidana perusakan hutan tersebut dijalani Pengadilan Negeri Mentok, Bangka Barat secara online melalui video conference (Vicon)

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, diselenggarakan terpisah lokasi. Majelis Hakim memimpin sidang dari Pengadilan Negeri Mentok, Jaksa Penuntut Umum mengikuti dari Kejaksaan Negeri Muntok, para saksi, yaitu Ossa Al-anhar (Polhut Balai Gakkum KLHK Sumatera) menyampaikan kesaksian dari Ruang Operasional Seksi III Balai Gakkum Sumatera di Kota Palembang, Ahmad Yani (petugas Satpol PP Bangka Barat) dan Supriyanto (petugas Salpol PP Bangka Barat) beri kesaksian dari Pengadilan Negeri Mentok. Dan dua terdakwa, RAN (40) dan HAN (25) mengikuti sidang dari Rumah Tahanan Negara Kelas II B Muntok.

“Penggunaan konferensi video ini terobosan dalam penegakan hukum untuk tetap mengikuti prosedur dalam situasi pandemi Covid-19. Kami mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mentok Bangka Barat,” ujar Eduward Hutapea, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera (11/5). Penyidik Pegawao Negeri Sipil/PPNS Ditjen Gakkum KLHK menjerat dua tersangka dengan Pasal 89 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 17 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, karena menambang dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri, terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun serta pidana denda paling banyak Rp 10 miliar.

Dua tersangka ditangkap petugas padal 18 Januari 2020 ketika sedang menambang di kawasan hutan Tahura Gunung Menumbing. Mereka mengaku menambang sejak 12 Januari 2020. Barang bukti berupa peralatan penambangan, hasil tambang dan kendaraan roda dua milik tersangka ditahan Pos Gakkum KLHK Provinsi Kepulauan Babel.

Penambangan ilegal ini tergolong baru, yaitu dengan membendung aliran air di Gunung Menumbing. Kemudian air dialirkan ke bawah gunung dengan selang yang diposisikan agar memiliki tekanan air kuat untuk disemprotkan ke arah bawah batu-batu gunung, hingga kemudian batuan dapat dipisahkan dari biji timah. Penambangan dengan memanfaatkan tekanan air tinggi tanpa mesin pompa membuat sulit terlacak karena tidak ada suara mesin pompa dan bisa berpindah-pindah (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca