Kemenparekraf Tetapkan Enam Bidang Usaha Prioritas Di Tatanan Hidup Baru

Sejumlah bidang usaha parekraf akan dilengkapi aturan baru sambut tatanan pariwisata pascapandemi
Jakarta (d'Monitor) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan enam bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif/Parekraf yang diusulkan untuk mendapat prioritas dalam penerapan protokol tatanan hidup baru. Menurut Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R Kurleni Ukar (2/6), pihaknya telah menyusun draf protokol umum maupun khusus /tambahan dalam tatanan hidup baru di sektor parekraf.


Protokol ini merupakan pedoman pelaksanaan standar kebersihan, kesehatan, dan keselamatan untuk pelaku usaha, pekerja, dan juga tamu atau pengunjung. "Jika protokol telah ditetapkan maka dibutuhkan beberapa tahapan sebelum usaha dapat dibuka, seperti simulasi, sosialisasi, dan uji coba penerapan protokol," ujar Kurleni Ukar.
Untuk itu, Kemenparekraf telah menentukan enam bidang usaha parekraf diprioritaskan untuk dilakukan simulasi dan uji coba, seperti penyediaan akomodasi, jasa makanan dan minuman, daya tarik wisata, dan jasa perjalanan wisata. Juga termasuk usaha fasilitas seni dan produksi film, televisi, video, dan iklan.
Usulan tersebut telah disampaikan dalam rapat koordinasi dipimpin Kemenko Maritim dan Investasi, lanjutan dari Rapat Terbatas Presiden pada 28 Mei 2020 dengan bahasan pariwisata, terutama penerapan protokol keselamatan, keamanan, dan kesehatan di destinasi wisata.
Selain akan membuat regulasi sebagai payung hukum, juga disiapkan panduan praktis, baik dalam bentuk buku panduan, motion grafis, infografis, dan video tutorial yang bisa diakses di kanal resmi Kemenparekraf. Selain itu, kesiapan daerah dan dukungan dari para pelaku industri parekra jadi faktor penentu dalam tatanan hidup baru ini (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca