Saatnya UMKM Sektor Parekraf Bangkit

Saat UMKM Parekraf bangkit dan menjadi tuan di negerinya sendiri
Jakarta (d'Monitor) – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (UMKM-Parekraf), dapat perhatian besar dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Marves, Luhut B. Pandjaitan, saat bicara di Webinar “Penyediaan dan Akses Permodalan Bagi UMKM Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, didampingi Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Oddo Manuhutu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo, Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi, Perwakilan BUMN PT Pertamina dan para pelaku UMKM (12/6).
“Ayo kita bekerjasama. Pemda harus mencari peluang, para pimpinan di daerah tolong terus memantau dan terus sosialisikan kepada masyarakat. Apabila ada kesulitan dalam pelaksanaannya nanti akan kita bantu. Semua harus proaktif, kerjakan secara holistik agar membantu perekonomian daerah dan juga bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Luhut.
Kepada Gubernur Sumut Edi Rahmayadi, Luhut mengajak, “Pak Gubernur, tolong buat produk-produk asli daerah yang bagus, perkuat daya saing, berikan kemudahan berusaha bagi masyarakat. Ini akan kita dukung, dan perlahan tapi pasti akan terus kita kerjakan. Ayo, peluang ini harus dimanfaatkan.”
Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia, dari data Kemenkop UMKM, serap 95 persen total tenaga kerja atau lebih dari 115 juta, berkontribusi pada 14,4 persen nilai ekspor non-migas dan penyumbang 61 persen PDB nasional. Ada enam strategi pemerintah dalam pengembangan UMKM, antara lain perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha dan koordinasi lintas sektor.
Adapun, program Pemerintah seperti insentif perpajakan, dimana salah satu poinnya yakni pembebasan PPH impor untuk 19 sektor tertentu, wajib pajak kemudahan impor tujuan ekspor dan wajib pajak industri kecil menengah. Ada pula, subsidi bunga untuk 60,66 juta rekening kredit UMKM senilai Rp 1.601,75 trilyun dengan rincian subsidi bunga Rp 35,28 trilyun dan penundaan pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 285,09 trilyun. Selain juga, dukungan fiskal untuk stimulasi ekonomi senilai Rp 720 trilyun.
Pemerintah juga sedang mengalakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, untuk turut menumbuhkan rasa bangga terhadap produk buatan anak bangsa. “Bisa dilihat di situs BanggaBuatanIndonesia.co.id. Data terakhir sudah lebih dari 300 ribu UMKM yang bergabung, diharapkan dengan dukungan aktif semua pihak, ini akan terus bertambah dan dapat memenuhi target 2 juta UMKM,” jelas Oddo Manuhutu.
Fadjar Hutomo menambahkan, ada Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi enam sub-sektor ekonomi kreatif, antara lain untuk membantu UMKM di sektor pariwisata, kuliner, fashion, dan aplikasi serta film, animasi dan video. “BIP adalah jenis bantuan dalam bentuk dana/uang untuk penambahan modal kerja atau berinvestasi, bentuknya aktiva tetap dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dan pelaku UMKM. BIP bisa diajukan oleh perorangan, atau kelompok kecil selama ia badan usaha itu bisa diajukan. Rencana penyaluran sebesar Rp 24 milyar, tentunya ini belum terlalu besar,” papar Fadjar (ma).
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Banyak Dibaca